Sunday, November 8, 2009

Berakit-rakit ke hulu

. Sunday, November 8, 2009

Peribahasa ini mungkin sudah sering Anda dengar, bahkan sejak Anda masih di Sekolah Dasar. Lebih lengkapnya adalah “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”. Ini sebuah peribahasa kuno yang sarat makna, meskipun banyal orang mulai melupakan dan memplesetkan menjadi “ semakin senang dan bersenang-senang terus”. Meskipun ini tidak salah (karena untuk bekerja harus senang terus dan akhirnya memperoleh kesenangan), namun cobalah kita resapi makna peribahasa tersebut secara lebih mendalam.


Kita sering hanya mengamati orang yang sudah sukses hanya pada saat puncak karirnya saja. Cobalah Anda perhatikan, apakah James Gwee langsung bisa sukses mencari pembicara seminar seperti sekarang? Apakah Andri Wongso – motivator terbaik di Indonesia langsung bisa terkenal seperti sekarang ? Apakah David Coperfield – pesulap yang sangat terkenal tersebut langsung sukses seperti yang Anda lihat sekarang ? Semuanya orang yang saya sebutkan di atas memperolehnya melalui perjuangan.


Dengan kata lain, mereka tidak mencapainya secara instan. Mereka tidak sekonyong-konyong menjadi besar dan hebat seperti yang Anda lihat. Mereka mulai dari yang kecil. Mereka pun memulai menjadi orang yang susah terlebih dahulu. Namun keuletan dan kegigihan lah yang mengantarkan mereka menjadai sukses.


Anda bisa saja memperoleh kesuksesan dengan jalan yang pintas. Seperti yang banyak pula dapat Anda lihat. Orang memperoleh kekayaan dengan cara-cara yang instan (dan haram). Anda bisa amati, bagaimana jalan akhirnya. Kebanyakan orang ingin senang dahulu, meskipun hal ini bisa saja terjadi. Namun memperoleh sesuatu secara instan – dengan mengutamakan kesenangan, biasanya kesenangan tersebut akan cepat pula hilangnya.


Mereka yang langgeng adalah mereka yang memperoleh kesuksesan dengan memulai yang kecil, melalui banyak rintangan, bersusah payah, berjuang dan banyak berkorban baik waktu, tenaga, dan pikiran mereka. Mereka sudah biasa menemukan kegagalan, kepahitan hidup, kesulitan, dan tantangan.


Artinya mereka rela untuk bersusah-susah dahulu untuk mencapai kesenangan di kemudian hari. Persis seperti pepatah tersebut yang artinya “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.

0 comments:

Post a Comment