Sunday, April 11, 2010

Semangat baru Coca Cola

. Sunday, April 11, 2010


Pernah dengerin lagunya ELO “Masih Ada” ? Lagu ini familiar didengar pada waktu iklan XL dengan lirik iklan yang disesuaikan dengan produk seluler XL. Jauh sebelum lagu ini diluncurkan, XL terlebih dahulu mempopulerkan irama lagu ini. Bahkan lagunya XL dengan menggunakan irama lagu ini lebih popular ketimbang lagu aslinya.
Itulah kepiawaian para produser iklan sehingga orang akan selalu ingat dengan XL begitu mendengar lagu nya ELO.

Hal yang sama dilakukan oleh Coca Cola dengan lagu “Semangat Baru”, masih dari ELO dan kawan-kawan. Lagu semangat baru digunakan bersamaan dengan Tahun Baru 2010 sehingga tepat sekali tema yang diangkat yaitu memasuki tahun baru dengan semangat baru.

Lagu “Coca-Cola” ini lebih heboh lagi karena syairnya tidak ada yang diubah, jadi persis seperti lagu aslinya. Berbeda dengan lagu “Masih Ada” yang syairnya disesuaikan dengan promonya XL.

Pada waktu memberikan training, saya memutar lagu ini sebagai pembukaan training “Semangat Baru”. Apa komentar para peserta ? Mau tahu ? Mereka banyak yang komentar,”Itu lagunya Coca Cola khan?” Ada juga yang bertanya,”Itu hak cipta Coca Cola bukan?”.

Kedua iklan tersebut di atas diluncurkan sebelum lagu ‘aslinya’ diluncurkan ke pasar. Jadi begitu mendengar lagu tersebut, otomatis pikiran kita juga digiring ke produk Coca Cola (pada kasus kedua di atas), atau pada produk XL (pada kasus pertama).

Begitu kreatif nya mereka dalam membuat iklan sehingga asosiasi terhadap produk mereka menjadi kuat. Seola-olah lagu tersebut miliknya Coca Cola.

Biasanya iklan-iklan yang ada ‘memodifikasi’ lagu-lagu popular yang sudah dikenal oleh masyarakat. Tapi dalam kedua kasus tersebut di atas, paradigm tersebut dibalik oleh kedua perusahaan tersebut. Iklan diluncurkan dengan menggunakan lagu tersebut, kemudian lagu nya baru menyusul diluncurkan. Jadilah suatu asosiasi yang kuat, “Ini adalah lagunya Coca Cola”.

Pemasar memang dituntut kreatif, termasuk mengemas-iklan-iklan mereka sehingga bisa kuat menancap di benak konsumen.

Bagaimana pendapat Anda ?

0 comments:

Post a Comment