
Tujuan utama dari distribution channel adalah untuk mencapai pasar-pasar tertentu. Jadi pasar merupakan tujuan akhir dari kegiatan distribution channel. Suatu produk tanpa didistribusikan secara baik dan merata, maka produk tersebut tidak akan dapat dikonsumsi atau digunakan sebagaimana mestinya oleh konsumen.
Tantangan yang dihadapi oleh perusahaan adalah bagaimana channel distribution ini dapat memberikan kepuasan pelanggan, dalam arti mudah dan cepat diakses dan cepat dan baik dalam delivery nya. Pelayanan pelanggan bukan sekedar keunggulan kompetitif.
Pada banyak industri, pelayanan pelanggan adalah ujung tombak yang membuat suatu industri bisa bertahan dalam dunia persaingan yang semakin ketat. Kotler (2000) mendefinisikan pelayanan (service) sebagai suatu kegiatan atau keuntungan yang ditwarkan suatu kelompok kepada yang lainnya dan pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan apa pun.
Layanan atau pelayanan pelanggan adalah frase atau kata yang memiliki makna luas yang meliputi banyak elemen, mulai dari ketersediaan produk sampai dengan kepelayanan setelah penjualan.
Pada perspekstif distribusi, pelayanan pelanggan hasil dari semua kegiatan dalam proses penyediaan informasi bagi pelanggan sampai produk atau jasa dapat dinikmati oleh konsumen. Dalam hal ini, distribusi memiliki misi tersendiri yaitu menyampaikan barang dengan tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam kondisi yang diinginkan, untuk menghasilkan kontribusi yang terbesar bagi perusahaan. Bagi perusahaan jasa, kegiatan distribusi mengandung makna bahwa distribusi adalah bagaimana menyampaikan informasi dengan tepat dan akurat, meyampaikan jasa dengan tepat dan cepat dan handal, dan memberi kemudahan akses kepada konsumen terhadap jasa perusahaan.
Dari uraian di atas, maka tujuan dari pelayanan pelanggan dalam kegiatan distribusi adalah :
1. Menyampaikan barang atau jasa tepat waktu dan tepat sasaran pada konsumen dan dalam kondisi yang diinginkan.
2. Memberikan tingkat pelayanan yang tepat sehingga memberikan keuntungan bagi pelanggan maupun perusahaan.
3. Menyediakan informasi yang akurat meliputi seluruh rantai pasok.
4. Berbiaya rendah, dan mudah diakses oleh konsumen.
About Me
- I Made Wirya Saputra, SE, MM
- Seorang dosen, trainer dan praktisi serta pengamat di bidang marketing, manajemen, dan bisnis.
Labels
- Berita Pendidikan (2)
- Customer Service (12)
- Kepuasan Pelanggan (7)
- Logistik (4)
- Manajemen (10)
- Marketing (41)
- Motivasi (56)
- Pelayanan Memuaskan (27)
- Quotes (1)
- Self Improvement (11)
- Selling (11)
- Time Management (2)
Sunday, April 8, 2012
PELAYANAN PELANGGAN DALAM DISTRIBUTION CHANNEL
Labels: Customer ServicePELAYANAN TRAVEL CIPAGANTI

Sudah beberapa kali saya tidak menggunakan jasa travel Cipaganti dari Bandung ke Jakarta, meskipun saya cukup sering keluar kota. Pertama, karena saya sering diajak teman untuk menggunakan travel lain. Kedua, jarak rumah ke travel lain lebih dekat. Namun, karena musim liburan kali ini, saya agak kesulitan untuk memilih jasa travel untuk pergi ke Jakarta.
Terpaksa deh saya pergi ke kantor Cipaganti ini. Saya sangat surprise, karena saat ini Cipaganti sudah on line dalam pemesanan tiket. Jadi naik dari pool mana saja Anda tidak perlu harus pesan tiket ke pool yang di tempat Anda akan berangkat. Anda cukup mendatangi salah satu pool, dan di situ Anda dapat memesan tiket ke mana saja yang disediakan oleh Cipaganti.
Inilah yang disebut dalam era ini sebagai era pengetahua, kemajuan teknologi bergitu pesat, dengan sumber dsaya yang baik pula, Cipaganti sudah menerapkan sistem online dalam pemesanan tiket. Ini memang menjadi keharusan bagi perusahaan untuk memberikan pelayanan lebih kepada pelanggannya, dengan selalu meningkatkan kualitas pelayanannya untuk memuaskan konsumen.
Pada saat itu memang agak sulit untuk mendapatkan tiket karena musim liburan, satu-satunya yang ada adalah dengan menggunakan mobil Hyundai Mover, sesuatu yang baru bagi saya. Tarifnya relatif agak mahal, namun petugas menjelaskan bawah mobil ini hanya memuat 5 penumpang sehingga lebih terasa luas dan nyaman. Sebelum hari H, saya membayangkan, mobil yang cukup besar tersebut hanya diisi oleh penumpang 5, wah.. tentu saja lega, pikir saya.
Pada hari keberangkatan, begitu saya naik ke mobil, ruangan penumpang yang memang lebih lapang di dalam travel ini sangat terasa. Bahkan dalam perjaanan ke Bandara yang biasa ditempuh sekitar 3 jam dari Bandung ke Jakarta, jadi tidak bergitu terasa (lama). Di dalam mobil, saya juga bisa mengerjakan aktivitas dengan nyaman – yaitu kebiasaan saya membaca, dan .... tentu saja sebagian lagi dimanfaatkan untuk tidur .
Bahkan perasaan jenuh waktu menunggu keberangkatan di Bandara, saya rasakan leih lama di dari pada di dalam travel, meskipun waktunya relatif tidak jauh berbeda. Nampaknya saya sangat menikmati perjalanan dari Bandung ke Jakarta – selain ruangan mobil yang besar dan nyaman, suasanan di dalam mobil yang terasa luas.
Tidak rugi rasanya kalu membayar lebih mahal, kalau pelayanan dan kualitas jasa pelayanannya seperti ini. Bagi Anda yang mau mencoba silakan hubungi Travel Cpaganti. Maaf....., ini bukan promosi lho, hanya sekedar berbagi cerita tentang pelayan yang memuaskan kepada konsumen. Bagaimana pun, ini bisa jadi referensi bagi Anda dalam memilih travel dari Bandung ke Bandara Sukarno Hatta.
Ke depan, hendaknya Cipaganti tidak berhenti sampai di sini. Harapan saya adalah, pelanggan bisa pesan secara on-line dari rumah, jadi tidak perlu pesan ke pool Cipaganti, sama seperti pemesanan tiket penerbangan. Pertama bisa mengurangi petugas di kantor, dan yang kedua bisa memudahkankonsumen sehingga tidak perlu harus ke luar rumah untuk memesan tiket.
Selamat untuk Cipaganti.
Wednesday, March 7, 2012
Play well Work well
Labels: Self Improvement
Bagi Anda yang sudah bekerja dan sudah berkeluarga, cobalah renungkan aktivitas Anda sehari-hari. Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk bekerja di kantor, berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk keluarga ? Lebih banyak mana waktu Anda di kantor dibandingkan dengan keluarga ?
Saya sendiri menghabiskan waktu di kantor kurang lebih 10 jam. Pagi-pagi sekali jam 6 saya harus ke luar rumah menembus kemacetan lalu lintas untuk bisa sampai di kantor. Masih bersyukur saya bisa mengantarkan anak-anak ke sekolah. Waktu bersama anak-anak masih bisa saya rasakan hanya sampai mereka di sekolah. Jam 7 mereka sudah masuk sekolah, itu berarti, kami melakukan aktivitas masing-masing.
Saya sampai di kantor masih terbilang sangat pagi, mengingat jam kantor saya jam 08.00.
Pulang dari kantor kira-kira membutuhkan waktu 40 menit untuk sampai di rumah. Jadi kurang lebih jam 6.00 saya baru sampai di rumah. Di luar jam kantor itulah waktu saya gunakan sehari hari untuk bermain-main dan bercengkerama dengan anak-anak dan dengan isteri tercinta.
Waktu dua bulan terkahir ini, saya merasa harus meningkatkan prestasi saya di kantor. Meskipun jam kerja saya tidak berubah, namun seringkali saya masih memikirkan pekerjaan kantor. Bukan hanya memikirkan, tetapi, bahkan sampai larut malam sering juga mengerjakan pekerjaan kantor. Belum lagi BBM yang ‘menghabiskan waktu’ untuk komunikasi dengan temman-teman virtual. Tentu saja hal ini membuat waktu saya untuk keluarga menjadi semakin sedikit.
Jika Anda mengalami hal seperti ini, bagaimana hubungan Anda dengan keluarga dengan anak-anak? Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus, mungkin hubungan Anda dengan keluarga menjadi semakin renggang, ada yang hilang meskipun waktu kita sedikit berkumpul dengan keluarga, yang penting kualitasnya.
Pernyataan tersebut tidak salah, tapi kalau ditambahkan, jika waktu kita lebih banyak dan berkualitas bukankah lebih baik ?
Lama saya merenung, apakah kualitas pekerjaan dan produktivtitas saya meningkat. Ternyata tidak banyak peningkatan hasil pekerjaan yang saya capai.
Di sini keseimbangan antara pekerjaan, dan hubungan dengan keluarga sama-sama penting, Anda tidak bisa hanya mencurahkan sebagian besar waktu Anda dengan pekerjaan-pekerjaan Anda, dan memperkecil waktu Anda dengan keluarga. Semuanya perlu seimbang.
Ada yang bilang, jika waktu Anda bekerja, bekerjaklah dengan baik dan sungguh sungguh. Demikian juga jika Anda bermain bermainlah sungguh-sungguh. Dengan kata lain, Anda harus fokus dengan apa yang Anda lakukan,
Artinya di saat kita bekerja kita harus betul betul bekerja di mana pikiran dan badan kita juga ada di pekerjaan tersebut. Jika pikiran kita ada di tempat lain, kemungkinan Anda tidak fokus melakukan pekerjaan Anda. Demikian juga jika Anda bermain dan berkumpul di rumah, sebaiknya Anda menghindari memikirkan pekerjaan Anda. Tetapi bermainlah dan curahkan seluruh perhatian Anda ke rumah.
Dengan melakukan keseimbangan tersebut, saya akhir-akhir ini merasa lebih bahagia, lebih dekat dengan anak-anak dan intri tercinta. Tanpa mengurangi kualitas pekerjaan saya, demikian juga dengan dekatnya hubungan denga keluarga, maka hasil pekerjaan bukannya berkurang tapi kualitas pekerjaan saya pun bahkan menjadi lebih baik.
Jadi di saat bermain, bermainlah yang baik. Di saat bekerja, bekerjalah dengan baik
Play Well, Work Well
Bagaimana dengan Anda ?