
Facebook (http://www.faceboook.com) dikenal sebagai media jejaring sosial yang paling populer saat ini. Dengan lebih dari 400 juta pengguna aktif yang dimilikinya, facebook merupakan media online yang sangat potensial bagi pelaku bisnis untuk membangun loyalitas pelanggan. Memanfaatkan facebook sebagai bagian dari strategi marketing akan memberikan keuntungan yang besar dan efeknya jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan pemasaran secara tradisional.
Di media jejaring sosial seperti Facebook, semua pengguna merupakan satu kesatuan dan saling terkoneksi satu sama lain. Setiap pengguna Facebook bisa saling berinteraksi kapan saja dan di mana saja, entah itu dengan menggunakan perangkat komputer atau telepon genggam yang selalu mereka bawa. Semua aktivitas yang dilakukan oleh setiap pengguna di facebook akan diketahui dengan cepat oleh pengguna lain yang terdaftar dalam Facebook List-nya. Jadi, bisa dibilang facebook merupakan jembatan yang menggabungkan setiap orang di seluruh dunia.
Mekanisme seperti ini menciptakan interaksi dua arah yang merupakan ciri khas dari Web 2.0. bagi pelaku bisnis, facebook dipandang sebagai peluang yang sangat potensial dan menarik untuk meningkatkan jangkauan pemasaran sekaligus membangun branding yang positif di dunia maya.
Ada 3 (tiga) langkah yang harus Anda lakukan untuk membangun branding lewat Facebook.
Pertama, Anda harus menunjukkan kehadiran Anda di media jejaring sosial dengan membuat Facebook Page (http://www.facebook.com/pages/create.php). Dengan facebook Page terbukalah kesempatan yang luas untuk berinteraksi dengan pengunjung yang menjadi target pemasaran bisnis.
Langkah kedua yaitu mempromosikan Facebook Page tersebut. Ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan facebook Ads (http://www.facebook.com/ads/create), http://www.blogger.com/img/blank.gifmemasang Facebook Like Box (http://developers.facebook.com/plugins) di website Anda, iklan di media cetak atau radio, mencantumkan alamat Facebook Page di kartu nama Anda, maupun proosi dari mulut ke mulut. Pada intinya ajak mereka untuk berkunjung dan bergabung menjadi fans di Facebook Page Anda.
Langkah yang terakhir dan harus dilakukan secara terus menerus yaitu membangun komunikasi aktif dengan pengunjung Facebook Page Anda. Ini merupakan salah satu faktor penting yang menentukan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses marketing.
(Dikutif dari “Kedaulatan Rakyat” tgl 24 Oktober 2011)
About Me
- I Made Wirya Saputra, SE, MM
- Seorang dosen, trainer dan praktisi serta pengamat di bidang marketing, manajemen, dan bisnis.
Labels
- Berita Pendidikan (2)
- Customer Service (12)
- Kepuasan Pelanggan (7)
- Logistik (4)
- Manajemen (10)
- Marketing (41)
- Motivasi (56)
- Pelayanan Memuaskan (27)
- Quotes (1)
- Self Improvement (11)
- Selling (11)
- Time Management (2)
Wednesday, October 26, 2011
BRANDING LEWAT FACEBOOK
Labels: MarketingMonday, March 21, 2011
Kr34TiViT45
Labels: ManajemenKetika saya memberikan pelatihan tentang intrapreneurship khususnya menyinggung kreativitas, banyak peserta secara creative mendefinisikan makna suatu keativitas. Melihat pada kamus kreativitas, definisi kreativitas begitu banyak dan perlu perdebatan panjang untuk mencapai rumusan yang disepakati.
Namun, dalam tulisan ini saya akan memaparkan definisi kreativitas dari para peserta tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Kreativitas adalah menjadi berbeda dengan yang lain
2. Meningkatkan nilai tambah suatu produk.
3. Menjadi serupa dengan yang popular.
4. Menambah manfaat baru.
5. Menciptakan cara-cara baru.
6. Menambah perbedaan dari yang standar.
7. Menambah sesuatu di luar kebiasaan.
8. Radikal melawan kelaziman.
9. Menciptakan gaya baru.
10. Menciptakan sesuatu yang baru.
11. Lebih cepat dari yang lain.
12. Dan lain-lain….
Silakan ditambahin lagi jika Anda mau menambah sesuai dengan kreativitas Anda.
Bila bicara tentang kreativitas, tidak lepas dari fungsi otak kanan manusia. Kalau otak kiri berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya logis, analistik, kuantitatif, matematis, maka otak kanan berkaitan dengan kreativitas, imajinatif, seni, warna, irama. Orang-orang dominan menggunakan otak kiri akan lebih banyak berpikir dan hitung-hitungan. Kreativitas menjadi mahal karena tidak semua orang mampu menggunakan otak kanan.
Coba Anda ingat-ingat kembali fenomena Kopi Starbucks. Tidak seperti kopi lainnya, dengan tetap menjaga kualitas dan sentuhan kreativitas yang unik, Starbucks mampu menjual secangkir kopi dengan harga Rp 40.000. Penjualan kopi Starbucks dikemas dengan cara modern – dengan suasana kafe yang santai dengan aroma kopi yang khas.
Extra Joss, mampu mendobrak pasar karena keluar dari pakem kemasan minuman dalam botol dengan menyediakan minuman dalam bentuk serbuk dalam sachet – praktis dan murah karena tidak perlu membeli botol nya. Extra Joss memunculkan tag line dalam iklannya yaitu “ Ini biangnya, buat apa membeli botolnya”
Bahkan Oreo mampu menciptakan brand awareness dan melakukan penetrasi pasar dengan iklan-iklannya yang kreatif yang mengusung iklan “Diputar, dijilat, terus dicelupin” – menciptakan cara baru dalam makan roti. Oreo menciptakan cara baru makan biscuit dengan cara yang sensasional.
Jika Anda ke Lembang, coba perhatikan di pinggir jalan menuju Lembang. Anda mungkin kaget karena ada Tahu Lembang dengan tokonya yang mirip Pom Bensin. Kios ini ramai dikunjungi konsumen karena penasaran dan kiosnya unik serta menarik – menciptakan sesuatu yang mirip dengan yang popular (Pom Bensin).
Itulah sebagian contoh kreativitas yang dilakukan perusahaan untuk mampu bersaing di tengah persaingan yang super ketat ini. Banyak lagi contoh-contoh perusahaan yang mampu melejit di tengah persaingan yang sulit karena mereka kreatif – menggunakan otak kanan ketimbang otak kiri.
Apa yang akan Anda lakukan jika Anda diberikan tantangan untuk menciptakan produk baru ? Menyerah ? Tentu saja tidak ! Anda pasti akan memeras otak dan berusaha mencari ide. Nah… gunakan otak kanan untuk bekerja. Caranya ? saya akan bahas pada tulisan saya yang lain.
Ayo … asah otak kanan Anda untuk meningkatkan kreativitas Anda.
Tuesday, January 25, 2011
Inikah wajah bisnis Anda ? (Tinjauan tentang pelayanan perusahaan)
Labels: Kepuasan Pelanggan, Pelayanan MemuaskanBagaimana pendapat Anda tentang perusahaan-perusahaan yang menunjukkan kinerja seperti di bawah ini ?
pelayanan kereta api (di Indonesia). Sudah jadi pendapat umum, bahwa keberangkatan (dan kedatangan kereta api) khususnya KRL di Jakarta) sering mengalami keterlambatan, penumpang yang berdesak-desakan, menunjukkan ketidaknyamanan pelayanan ini.
Di industri penerbangan, kondisi pelayanan yang buruk juga sering dialami penumpang. Misalnya, delay atau bahkan pembatalan penerbangan, pelayanan pada waktu check ini atau pelayanan selama penerbangan. Kondisi delay adalah kondisi yang sering dialami oleh penumpang pesawat.
Di bidang jasa kurir, pelanggan mengalami keterlambatan penyampaian kiriman, atau penyampaian kiriman yang lebih lambat dari pesaing lainnya. Atau pelanggan mengalami kehilangan atau kerusakan kiriman yang diterima. Bahkan sering juga dikeluhkan tentang pelayanan di loket maupun after sales service-nya.
Itu semua menunjukkan wajah bisnis perusahaan. Pelanggan Anda akan dengan mudah bisa menebak atau mengambil persepsi mengenai bisnis Anda ketika pelanggan Anda kontak dengan perusahaan Anda. Jika pelayanannya buruk seperti itu, kira-kira bagaimana kondisi perusahaan tersebut? Baik atau buruk ? Saya berani memastikan, kinerja perusahaan tersebut juga buruk seperti pelayanan yang dirasakan oleh pelanggan.
Kinerja perusahaan sering dapat dilihat dari wajah permukaan bisnis perusahaan, yaitu yang langsung bersentuhan dengan pelanggan. Sebut saja, fasilitas fisiknya atau yang bersifat tangible seperti gedung, peralatan yang digunakan, pakaian para pelayan di di garis depan. Jika pelayanan perusahaan (sangat) buruk, maka penilaian pelanggan kepada perusahaan cenderung buruk. Bahkan dalam banyak kasus, kondisi perusahaan juga sama buruknya dengan pelayanannya.
Mengapa demikian ?
Pelayanan-pelayanan yang buruk tersebut sangat berdampak kepada gerak bisnis perusahaan. Suatu survey menyebutkan bahwa 46% dari pelanggan tidak segan-segan meninggalkan perusahaan sebagai pelanggan perusahaan tersebut jika mendapat pelayanan yang buruk. Selanjutnya, 49% responden mengatakan bahwa pelayanan yang buruklah yang mendorong mereka berpindah ke perusahaan lain. Pelayanan pelanggan dan mutu produk yang buruklah menjadi alasan utama mengapa konsumen berhenti menjadi pelanggan perusahaan tersebut, melebihi alasan harga sebagai faktor yang menjelaskan mengapa perusahaan-perusahaan kehilangan konsumen.
Survey juga menunjukkan bahwa menarik pelanggan baru tujuh sampai sepuluh kali lebih mahal dibandingkan dengan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Banyak literatur yang menyebutkan bahwa pelanggan yang memperoleh pelayanan yang baik cenderung menjadi loyal kepada perusahaan.
Keluhan-keluhan pelanggan yang kecil juga bisa mengganggu kinerja bisnis perusahaan. Survey mengatakan bahwa pelanggan yang memperoleh pelayanan buruk atau kecewa dengan pelayanan perusahaan akan bercerita kepada 7 orang lainnya. Apalagi dengan adanya media sosial seperti sekarang ini, berita tentang keburukan perusahaan menyebar dengan jauh lebih cepat dan luas. Jika perusahaan tidak memperhatikan hal-hal yang kecil tersebut secara benar dan terus menerus, maka tamatnya perusahaan tersebut tinggal menunggu waktu.
Meskipun perusahaan menyadari bahwa kesetiaan pelanggan itu penting, namun masih banyak perusahaan yang belum melakukan tindakan maksimal dalam memperbaiki pelayanannya. Artinya, perubahan-perubahan yang dilakukan belum mampu memperbaiki kondisi pelayanan yang buruk atau bahkan cenderung pelayanannya masih stagnan atau dirasakan tidak berubah oleh pelanggan.
Bahkan di Jakarta, pelanggan dengan tegas menolak kenaikan tarif kereta api jabotabek jika pelayanan kereta api tidak diperbaiki. Artinya, pelanggan rela membayar lebih mahal (tiket kereta api dinaikkan namun pelayanannya terlebih ditingkatkan sesuai dengan standar pelayanan yang sudah ada.
Nah, silakan Anda menilai perusahaan yang sering Anda gunakan, apa yang Anda rasakan – baik atau buruk? Kemudian tebaklah, kira-kira bagaimana kondisi perusahaan jika pelayanannya seperti itu.
Itulah sebenarnya wajah bisnis perusahaan tersebut.