Sunday, September 30, 2012

Faktor Pengambilan Keputusan Konsumen Membeli

. Sunday, September 30, 2012
1 comments

Sering sekali kita menyaksikan mengapa konsumen membeli produk tertentu. Seorang sales harus mengetahui factor-faktor apa yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli. Untuk meningkatkan sukses Anda menjual, perhatikan ke lima factor berikut ini :

  1. Faktor sales man (siapa yang menjual). Konsumen membeli produk karena dia menyukai penjual. Seorang penjual harus membangun trust dan hubungan yang baik dengan pembeli sehingga pembeli mau membeli dari Anda sebagai penjual. Inilah mengapa seorang pembeli hanya mau membeli dari seorang penjual. Bahkan saking suka nya kepada penjual tersebut, pembeli atau konsumen tetap mau membeli dari penjual tersebut sekali pun dia pindah ke perusahaan lain yang menjual produk yang sama. 
  2. Perusahaan (company). Akan lebih mudah menjual produk dari perusahaan besar yang sudah  terkenal atau dikenal pembeli daripada perusahaan baru. Mengapa ? Karena reputasi dari perusahaan tersebut. Oleh karena itu bekerjalah pada perusahan yang sudah punya reputasi bagus. Atau jika perusahaan tersebut baru, maka Anda harus membangun reputasi perusahaan terlebih dahulu. Caranya ? tunjukkan prestasi-prestasi yang baik dari perusahaan, atau keunggulan-keunggulan perusahaan Anda dibandingkan pesaing Anda. 
  3. Produk, yaitu produk yang dijual. Produk yang mampu memberikan solusi bagi pelanggan akan dicari oleh konsumen. Untuk bias sukses menjual, carilah keunggulan-keunggulan produk yang Anda jual, dan temukan bagaimana produk tersebut mampu memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi calon pembeli Anda. 
  4. Price (harga atau biaya yang dikeluarkan pembeli). Apakah harga produk Anda kompetitif dibandingkan dengan pesaing Anda. Semakin tinggi harga, mestinya bisa memberikan value lebih baik kepada pembeli. Perhatikan biaya-biaya yang ada, apakah biaya tersebut memberikan valu bagi pembeli. 
  5. Time to buy (waktu membeli atau menjual). Ini faktor yang tidak kalah penting dari yang lain. Jika pembeli tidak sedang ‘mood’, janganlah menjual kepada calon pembeli. Yang penting juga diperhatikan berkaitan dengan ‘timing’ ini adalah waktu kesibukan pembeli (misalnya di saat kerja atau di saat santai di rumah). Selain itu, pertimbangkan apakah konsumen benar-benar membutuhkan pada saat itu. Misalnya, jika mobil yang dipakai sudah cukup lama, akan lebih mudah menawarkan mobil baru daripada jika pembeli baru membeli mobil. 

 Nah, jika Anda memperhatikan ke lima factor tersebut di atas, akan lebih mudah untuk meyakinkan pembeli. Selamat menjual.

Read More »»

Sunday, April 8, 2012

PERUBAHAN PANDANGAN DALAM DISTRIBUTION CHANNEL

. Sunday, April 8, 2012
1 comments


Dalam suatu kondisi di mana perusahaan menggunakan lebih dari satu saluran distribusi (multi- distribution channel), perusahaan memanfaatkan banyak saluran distribusi untuk menjangkau pelanggan. Beberapa drivers tentang perubahan pandangan tentang penggunaan multi- distribution channel adalah sebagai berikut :

•Globalisasi : diakui saat ini bahwa dunia yang semakin datar memungkinkan interaksi manusia dari satu belahan bumi ke belahan bumi lainnya dengan cepat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

•Perubahan perilaku konsumen yang menuntut ketersediaan produk atau jasa yang luas sehingga mendorong perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menyediakan akses yang luas kepada pelanggan untuk mengkonsumsi produk atau jasa secara cepat.

•Information and technology , dimana setiap orang di belahan bumi ini sudah dapat mengakses informasi dengan cepat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Konsumen dapat berinteraksi dengan konsumen lainnya, atau langsung ke perusahaan tanpa dibatasi oleh perantara atau agen.

•Desain proses produk atau jasa perusahaan, di mana konsumen dapat terlibat langsung dalam merancang produk atau jasa perusahaan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Contohnya, Dell dapat menyediakan cover lap top yang sesuai dengan pilihan konsumen atau dapat mendesain sendiri cover lap top nya sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

•Trend perusahaan yang lebih focus kepada core bisnis nya untuk menghasilkan produk yang berkualitas, menyebabkan perusahaan lebih mempercayakan pengelolaan channel kepada pihak lain dalam menjangkau pelanggan.

Melihat kepada drivers tersebut di atas, dan dalam perkembangan era teknologi sekarang ini, distribution channel management tidak hanya mencangkup bagaimana mengantarkan produk atau jasa kepada pelanggan, tetapi memiliki makna yang lebih luas yaitu berinteraksi dengan pelanggan. Artinya, melalui pengelolaan channel yang baik dan luas, perusahaan memberikan kemudahan kepada pelanggan di dalam keseluruhan proses pembelian, mulai dari mencari informasi sebelum pembelian, proses transaksi, sampai interaksi seluruh proses pembelian.

Membuat produk dan jasa tersedia secara luas via berbagai channel dapat meningkatkan tingkat layanan pelanggan. Perkembangan media elektronik memungkinkan perusahaan mengembangkan channel setiap waktu. Pelanggan tidak perlu datang langsung ke perusahaan untuk mendapatkan informasi atau membeli barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan, tetapi dapat menggunakan media online yang saat ini sudah digunakan oleh perusahaan secara luas.

Bahkan transaksi melalui media online sudah banyak diterapkan oleh perusahaan dalam mendistribusikan produk atau jasa perusahaan. Dalam hal interaksi dengan pelanggan, perusahaan dapat melakukan komunikasi serta mendistribusikan informasi kepada pelanggan secara dua arah.

Jadi dalam pengertian ini, multi-distribution channel adalah mengoptimalkan semua fungsi saluran pemasaran baik berupa distribusi fisik (physical distribution) maupun media online (elektronik). Multi-channel distribution sudah menjadi trend untuk saat ini dalam bidang penjualan/ pemasaran seiring dengan masuknya era internet.

Bahkan peritel tradisional kini turut memasuki bisnis online pula. Contohnya adalah Toko Buku Gramedia yang menggunakan pola multi-distribution channel, di mana disamping menggunakan sistem direct selling dengan menjual melalui toko-tokonya sendiri, Gramedia juga menggunakan sistem direct marketing yang juga melayani pemesanan buku secara online. Pendekatan dengan pola multi-distribution channel dapat memperluas jangkauan distribusi dan memungkinkan menjangkau pasar yang lebih luas.

Read More »»

MULTI DISTRIBUTION CHANNEL UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PELANGGAN

.
0 comments


Meningkatkan pelayanan pelanggan merupakan upaya yang harus dilakukan, berkaitan dengan semakin ketatnya persaingan dalam produk yang sama. Dalam pendistribusian produk secara fisik ini, yang menjadi hal utama dalam pelayanan meliputi : kecepatan dalam penyediaan produk, pelayanan kepada pelanggan secara efektif melalui pendistribusian yang efisien, dan pemanfaatan waktu secara tepat dalam kegiatan pendistribusian. Ada dua hal yang perlu diperhatikan perusahaan dalam menggunakan distribution channel ini, yaitu searching time dan availability produk.

Searching time

Searching time adalah waktu yang digunakan oleh konsumen untuk mendapatkan produk yang sedang dibutuhkan. Sebagaimana diketahui bahwa kecepatan dalam penyedian produk akan menjadi suatu keunggulan bersaing. Ini berkaitan dengan searching time yang digunakan konsumen dalam memperoleh produk. Semakin cepat dan tersedia suatu produk maka akan semakin cepat produk diperoleh oleh konsumen. Karena itu, pendistribusian produk yang mengacu pada penyediaan suatu produk akan menjadi inti pelayanan pada konsumen.
Semakin efisien dan efektif penyediaan produk, maka ia memiliki kesempatan besar tersedia di berbagai lembaga perantara, di modern market, traditional market, institusi, dan lembaga perantara lainnya, maupun secara on line. Untuk itu diperlukan pemanfaatan waktu yang tepat dalam mendistribusikan produk dari produsen ke konsumen melalui berbagai perantara yang dipilihnya. Semua ini memiliki tujuan untuk melayani pelanggan lebih baik.

Dalam hal pelayanan pelanggan, kecepatan mencari informasi tentang suatu produk juga merupakan hal yang sangat penting disamping kecepatan distribusi itu sendiri. Bagaimana konsumen dapat menghubungi perusahaan dan memesan dengan cepat, juga menjadi keunggulan bersaing bagi perusahaan. Di restoran fast-food misalnya, saat ini konsumen dapat dengan mudah memesan tanpa perlu datang ke restoran, cukup menggunakan telepon atau media online, layanan pesan antar tersedia tanpa konsumen repot-repot untuk datang ke restoran tersebut.

Availability Produk

Availability produk berkaitan erat dengan tingkat coverage produk, semakin baik coverage produk di dalam suatu area distribusi, maka akan semakin baik pula keberadaan produk di tingkat saluran distribusi. Availability juga berkaitan dengan merata tidaknya produk dalam area distribusi. Dengan demikian, pada sistem distribusi ada tuntutan agar availability produk maksimal sehingga coverage produk juga harus maksimal.

Coverage produk secara maksimal juga memiliki tujuan untuk mendapatkan dan membuka outlet pelayanan di area distribusi masing-masing. Banyaknya cabang suatu kantor perusahaan, banyaknya akses yang disediakan oleh perbankan agar pelanggan dapat dengan mudah menggunakan jasa perusahaan, serta banyaknya akses channel yang bisa digunakan oleh pelanggan menunjukkan coverage pelayanan yang luas dari suatu perusahaan.

Sebagai contoh, saat ini pelanggan dengan mudah mengakses pelayanan suatu bank dengan cukup mendatangi ATM di suatu tempat tertentu, atau bahkan dengan sarana teknologi (internet) pelanggan dapat mengakses pelayanan dari rumah atau tempat di mana pun asal ada internet, menunjukkan perusahaan sudah menggunakan channel dengan efektif untuk menjangkau pelanggan.

Setiap channel juga memiliki batasan-batasan yang harus dipahami perusahaan. Sehingga tantangannya adalah bagaimana memilih kombinasi channel yang paling tepat sehingga mampu memenangkan delivery kepada pelanggan namun efisien dari sisi biaya dan resiko. Keunggulan perusahaan dalam memilih dan mengelola bentuk channel dipastikan dapat meningkatkan keunggulan kompetitifnya.

Read More »»

PELAYANAN PELANGGAN DALAM DISTRIBUTION CHANNEL

.
1 comments


Tujuan utama dari distribution channel adalah untuk mencapai pasar-pasar tertentu. Jadi pasar merupakan tujuan akhir dari kegiatan distribution channel. Suatu produk tanpa didistribusikan secara baik dan merata, maka produk tersebut tidak akan dapat dikonsumsi atau digunakan sebagaimana mestinya oleh konsumen.

Tantangan yang dihadapi oleh perusahaan adalah bagaimana channel distribution ini dapat memberikan kepuasan pelanggan, dalam arti mudah dan cepat diakses dan cepat dan baik dalam delivery nya. Pelayanan pelanggan bukan sekedar keunggulan kompetitif.

Pada banyak industri, pelayanan pelanggan adalah ujung tombak yang membuat suatu industri bisa bertahan dalam dunia persaingan yang semakin ketat. Kotler (2000) mendefinisikan pelayanan (service) sebagai suatu kegiatan atau keuntungan yang ditwarkan suatu kelompok kepada yang lainnya dan pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan apa pun.

Layanan atau pelayanan pelanggan adalah frase atau kata yang memiliki makna luas yang meliputi banyak elemen, mulai dari ketersediaan produk sampai dengan kepelayanan setelah penjualan.

Pada perspekstif distribusi, pelayanan pelanggan hasil dari semua kegiatan dalam proses penyediaan informasi bagi pelanggan sampai produk atau jasa dapat dinikmati oleh konsumen. Dalam hal ini, distribusi memiliki misi tersendiri yaitu menyampaikan barang dengan tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam kondisi yang diinginkan, untuk menghasilkan kontribusi yang terbesar bagi perusahaan. Bagi perusahaan jasa, kegiatan distribusi mengandung makna bahwa distribusi adalah bagaimana menyampaikan informasi dengan tepat dan akurat, meyampaikan jasa dengan tepat dan cepat dan handal, dan memberi kemudahan akses kepada konsumen terhadap jasa perusahaan.

Dari uraian di atas, maka tujuan dari pelayanan pelanggan dalam kegiatan distribusi adalah :
1. Menyampaikan barang atau jasa tepat waktu dan tepat sasaran pada konsumen dan dalam kondisi yang diinginkan.
2. Memberikan tingkat pelayanan yang tepat sehingga memberikan keuntungan bagi pelanggan maupun perusahaan.
3. Menyediakan informasi yang akurat meliputi seluruh rantai pasok.
4. Berbiaya rendah, dan mudah diakses oleh konsumen.

Read More »»

PELAYANAN TRAVEL CIPAGANTI

.
1 comments


Sudah beberapa kali saya tidak menggunakan jasa travel Cipaganti dari Bandung ke Jakarta, meskipun saya cukup sering keluar kota. Pertama, karena saya sering diajak teman untuk menggunakan travel lain. Kedua, jarak rumah ke travel lain lebih dekat. Namun, karena musim liburan kali ini, saya agak kesulitan untuk memilih jasa travel untuk pergi ke Jakarta.

Terpaksa deh saya pergi ke kantor Cipaganti ini. Saya sangat surprise, karena saat ini Cipaganti sudah on line dalam pemesanan tiket. Jadi naik dari pool mana saja Anda tidak perlu harus pesan tiket ke pool yang di tempat Anda akan berangkat. Anda cukup mendatangi salah satu pool, dan di situ Anda dapat memesan tiket ke mana saja yang disediakan oleh Cipaganti.

Inilah yang disebut dalam era ini sebagai era pengetahua, kemajuan teknologi bergitu pesat, dengan sumber dsaya yang baik pula, Cipaganti sudah menerapkan sistem online dalam pemesanan tiket. Ini memang menjadi keharusan bagi perusahaan untuk memberikan pelayanan lebih kepada pelanggannya, dengan selalu meningkatkan kualitas pelayanannya untuk memuaskan konsumen.
Pada saat itu memang agak sulit untuk mendapatkan tiket karena musim liburan, satu-satunya yang ada adalah dengan menggunakan mobil Hyundai Mover, sesuatu yang baru bagi saya. Tarifnya relatif agak mahal, namun petugas menjelaskan bawah mobil ini hanya memuat 5 penumpang sehingga lebih terasa luas dan nyaman. Sebelum hari H, saya membayangkan, mobil yang cukup besar tersebut hanya diisi oleh penumpang 5, wah.. tentu saja lega, pikir saya.

Pada hari keberangkatan, begitu saya naik ke mobil, ruangan penumpang yang memang lebih lapang di dalam travel ini sangat terasa. Bahkan dalam perjaanan ke Bandara yang biasa ditempuh sekitar 3 jam dari Bandung ke Jakarta, jadi tidak bergitu terasa (lama). Di dalam mobil, saya juga bisa mengerjakan aktivitas dengan nyaman – yaitu kebiasaan saya membaca, dan .... tentu saja sebagian lagi dimanfaatkan untuk tidur .
Bahkan perasaan jenuh waktu menunggu keberangkatan di Bandara, saya rasakan leih lama di dari pada di dalam travel, meskipun waktunya relatif tidak jauh berbeda. Nampaknya saya sangat menikmati perjalanan dari Bandung ke Jakarta – selain ruangan mobil yang besar dan nyaman, suasanan di dalam mobil yang terasa luas.

Tidak rugi rasanya kalu membayar lebih mahal, kalau pelayanan dan kualitas jasa pelayanannya seperti ini. Bagi Anda yang mau mencoba silakan hubungi Travel Cpaganti. Maaf....., ini bukan promosi lho, hanya sekedar berbagi cerita tentang pelayan yang memuaskan kepada konsumen. Bagaimana pun, ini bisa jadi referensi bagi Anda dalam memilih travel dari Bandung ke Bandara Sukarno Hatta.

Ke depan, hendaknya Cipaganti tidak berhenti sampai di sini. Harapan saya adalah, pelanggan bisa pesan secara on-line dari rumah, jadi tidak perlu pesan ke pool Cipaganti, sama seperti pemesanan tiket penerbangan. Pertama bisa mengurangi petugas di kantor, dan yang kedua bisa memudahkankonsumen sehingga tidak perlu harus ke luar rumah untuk memesan tiket.
Selamat untuk Cipaganti.

Read More »»

Wednesday, March 7, 2012

Play well Work well

. Wednesday, March 7, 2012
1 comments



Bagi Anda yang sudah bekerja dan sudah berkeluarga, cobalah renungkan aktivitas Anda sehari-hari. Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk bekerja di kantor, berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk keluarga ? Lebih banyak mana waktu Anda di kantor dibandingkan dengan keluarga ?

Saya sendiri menghabiskan waktu di kantor kurang lebih 10 jam. Pagi-pagi sekali jam 6 saya harus ke luar rumah menembus kemacetan lalu lintas untuk bisa sampai di kantor. Masih bersyukur saya bisa mengantarkan anak-anak ke sekolah. Waktu bersama anak-anak masih bisa saya rasakan hanya sampai mereka di sekolah. Jam 7 mereka sudah masuk sekolah, itu berarti, kami melakukan aktivitas masing-masing.

Saya sampai di kantor masih terbilang sangat pagi, mengingat jam kantor saya jam 08.00.
Pulang dari kantor kira-kira membutuhkan waktu 40 menit untuk sampai di rumah. Jadi kurang lebih jam 6.00 saya baru sampai di rumah. Di luar jam kantor itulah waktu saya gunakan sehari hari untuk bermain-main dan bercengkerama dengan anak-anak dan dengan isteri tercinta.

Waktu dua bulan terkahir ini, saya merasa harus meningkatkan prestasi saya di kantor. Meskipun jam kerja saya tidak berubah, namun seringkali saya masih memikirkan pekerjaan kantor. Bukan hanya memikirkan, tetapi, bahkan sampai larut malam sering juga mengerjakan pekerjaan kantor. Belum lagi BBM yang ‘menghabiskan waktu’ untuk komunikasi dengan temman-teman virtual. Tentu saja hal ini membuat waktu saya untuk keluarga menjadi semakin sedikit.

Jika Anda mengalami hal seperti ini, bagaimana hubungan Anda dengan keluarga dengan anak-anak? Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus, mungkin hubungan Anda dengan keluarga menjadi semakin renggang, ada yang hilang meskipun waktu kita sedikit berkumpul dengan keluarga, yang penting kualitasnya.

Pernyataan tersebut tidak salah, tapi kalau ditambahkan, jika waktu kita lebih banyak dan berkualitas bukankah lebih baik ?

Lama saya merenung, apakah kualitas pekerjaan dan produktivtitas saya meningkat. Ternyata tidak banyak peningkatan hasil pekerjaan yang saya capai.
Di sini keseimbangan antara pekerjaan, dan hubungan dengan keluarga sama-sama penting, Anda tidak bisa hanya mencurahkan sebagian besar waktu Anda dengan pekerjaan-pekerjaan Anda, dan memperkecil waktu Anda dengan keluarga. Semuanya perlu seimbang.

Ada yang bilang, jika waktu Anda bekerja, bekerjaklah dengan baik dan sungguh sungguh. Demikian juga jika Anda bermain bermainlah sungguh-sungguh. Dengan kata lain, Anda harus fokus dengan apa yang Anda lakukan,

Artinya di saat kita bekerja kita harus betul betul bekerja di mana pikiran dan badan kita juga ada di pekerjaan tersebut. Jika pikiran kita ada di tempat lain, kemungkinan Anda tidak fokus melakukan pekerjaan Anda. Demikian juga jika Anda bermain dan berkumpul di rumah, sebaiknya Anda menghindari memikirkan pekerjaan Anda. Tetapi bermainlah dan curahkan seluruh perhatian Anda ke rumah.

Dengan melakukan keseimbangan tersebut, saya akhir-akhir ini merasa lebih bahagia, lebih dekat dengan anak-anak dan intri tercinta. Tanpa mengurangi kualitas pekerjaan saya, demikian juga dengan dekatnya hubungan denga keluarga, maka hasil pekerjaan bukannya berkurang tapi kualitas pekerjaan saya pun bahkan menjadi lebih baik.

Jadi di saat bermain, bermainlah yang baik. Di saat bekerja, bekerjalah dengan baik

Play Well, Work Well

Bagaimana dengan Anda ?

Read More »»

Sunday, January 8, 2012

Pelayanan Front Liner

. Sunday, January 8, 2012
1 comments


Saking seringnya setiap angkatan mahasiswa lebih banyak membahas tentang kepuasan pelanggan dan pelayanan pelanggan, sampai-sampai kami pernah ‘menolak’ mahasiswa yang mengajukan tugas akhir dengan tema kepuasan atau pelayanan pelanggan.
Masalahnya bukanlah hal tersebut tidak penting, namun lebih karena materinya terasa monoton dan membahas kepuasan pelanggan dari lima aspek saja yaitu gap antara harapan dan kenyataan yang dihadapi oleh pelanggan, atau faktor-faktor pendorong kepuasan pelanggan, atau dimensi-dimensi kepuasan pelanggan.

Sebaliknya berdasarkan pengalaman penulis, masih banyak perusahaan-perusahaan yang ‘kurang peduli’ dengan pelayanan pelanggan. Masih saja dijumpai para lini depan perusahaan melayani pelanggan dengan seenaknya. Seolah-olah pelayanan pelanggan bukanlah hal yang penting, atau ‘kami apa adanya’, pelanggan pasti akan datang. Padahal dalam situasi seperti saat ini,pelayanan pelanggan adalah cermin atau wajah usaha kita. Sebearap baik pelayanan pelanggan, biasanya pelanggan sudah bisa mengambil kesimpulan seberapa baik perusahaan tersebut.

Saya melihat ada empat gaya seorang karyawan dalam melayani pelanggan, yaitu :

Gaya ngga butuh : ada pelanggan atau tidak, masa bodoh. Karyawan-karyawan seperti ini masih terlalu mementingkan diri sendiri, tidak peduli kepada perusahaan tempatnya bekerja.

Gaya malu-malu : ada pelanggan malah pura-pura sibuk. “kamu harus nungguin saya yang lagi bekerja, tunggu dulu ya”.

Gaya wait and see, melayani pelanggan asa ada.

Partisipasi 100% : pelanggan mana pun dilayani habis-habisan. Karyawan seperti ini nyata sekali saya rasakan di bank. Mungkin karena ketatnya persaingan dalam kondisi produk yang nyaris sama. Yang membedakan adalah pelayanan kepada pelanggan.

Nah, Anda bisa mengamati, karyawan lini depan Anda termasuk yang mana ?

Read More »»

Monday, December 5, 2011

Ubah wajah ? No way !

. Monday, December 5, 2011
1 comments


Pada suatu workshop yang kami selengarakan, salah seorang peserta secara bergurau mengatakan, jika ingin wangi bergaulah dengan orang yang wangi, jika ingin pintar bergaulah dengan orang yang pintar, jika ingin kaya bergaulah dengan orang yang kaya. Kalau mau cakep atau ganteng ? Bergaul dengan orang cakep atau ganteng juga ?
Soal mengubah wajah, saya punya cerita menarik, bagaimana mengubah wajah menjadi ganteng (bagi cowok). Ini juga berlaku bagi cewek !

Anda tahu Silvester Stalone ? Saya yakin Anda tahu dan mungkin perbah menonton film-film nya yang sukses memperoleh award maupun menjadi box office.

Stallone berasal dari keluarga yang sangat miskin. Ibunya melahirakannya di tangga sebuah sekolah dan kelahiranya dibantu oleh pelajar sekolah itu. Pada saat kelahirannya dia memiliki kelainan syaraf di wajahnya, sehingga wajah bagian kanannya tidak normal. Perhatikanlah senyumnya Stalone, maka Anda akan melihat bibirnya miring 
Tahu tidak bahwa dia ditolak berkali-kali karena wajahnya yang jelek tersebut dan lakoannya yang tidak jelas. Dia ditolak berkali-kali lebih dari 1500 kali Namun demikian, dia punya cita-cita menjadi aktor terkenal .

Saat remaja, dia sudah sering mencoba casting di beberapa film murahan, namun itupun tidak pernah berhasil. Pernah suatu ketika dia melamar menjadi figuran, namun untuk tepuk tangan (saja), dia tidak diterima. Kalau dia mau jadi selebriti, hanya untuk tepuk tangan saja ditolak, bagaimana menjadi aktor terkenal ? Itu karena wajahnya yang jelek, bagaimana kalau kesorot kamera ? Pastilah kamera melewatkannya. He..he. Namun Stalone tidak pantang menyerah.

Problemnya, dia tidak punya modal. Dia juga tidak punya keahlian memjadi aktor. Buktinya dia ditolak berkali-kali. Karena ia tidak mungkin lagi diterima produser menjadi aktor, maka untuk menjadi aktor, satu-satunya caranya adalah dia sendiri yang harus menjadi produsernya, dia sendiri yang mmempunyai film (naskahnya).
Mulailah dia belajar menyusun script film. Setiap hari dia menghabiskan berjam-jam untuk belajar membuat script film dari film di televisi. Selain itu, untuk membentuk badannya lebih bagus, dia juga berlatih binaraga. Ini dilakukannya selama 2 tahun. Kita tahu, pada waktu itu, teknologi tidaklah seperti sekarang.

Pada waktu menonton pertandingan tinju Muhamad Ali dengan Chunk Wener, dia terinspirasi membuat naskah film tinju. Mengapa ? Orang memperkirakan bahwa Webner akan kalah pada ronde ketiga, akan tetapi ternyata dia bisa menyelesaikan pada ronde ke 12, karena kegigihannya untuk tidak mau jatuh. Ini menarik buat Stalone ! Dia terisnpirasi karena kegigihan Webner yang tidak mau menyerah sampai ronde ke-15. Akhirnya dia menyelesaikan naskah filmnya yang diberi judul Rocky selama 3 hari anpa istirahat.

Apa yang terjadi kemudian ? Naskah filmnya ditolak ! Selain karena naskah filmnya tidak menarik, juga karena naskahnya mengenai tinju (yang pada waktu itu tidak menarik), dan dia mensyaratkan bahwa dia lah yang menjadi aktor utamanya. Tidak ada yang mau menerimanya karena Stalone bicaranya tidak jelas dan wajahnya yang jelek.
Stallone menolak menjual naskah tersebut jika bukan dia yang menjadi pemeran utamanya. Bahkan saat harga naskah itu meningkat tiga kali lipat dari $ 20.000 yang semula ditawarkan, dan terus meningkat sampai menjadi $ 325.000. namun dia tetap menolak, karena dia ingin menjadi aktornya.

Akhirnya produser setuju dan menjadikan dia tokoh utama dalam film tersebut, namun hanya dengan bayaran $20.000 untuk naskah cerita ditamnah $340 perminggu sesuai upah minimal seorang aktor. Setelah dipotong biaya-biaya, komisi agen, dan pajak, ia hanya mendapat penghasilan bersih $6.000 bukannya $325.000.

Ini adalah kisah sylvester stallone atau bisa disingkat “sly”. Sly sadar, setelah 1.500 kali penolakan, naskah film Rocky yang dibuatnya mungkin satusatunya pintu gerbang untuk menjadi peran utama, karena itu ia tidak mau melepas peran Rokcy untuk orang lain. Sekalipun ber-budget rendah US$1.000.000 dan dibintangi akrot tidak terkenal saat itu, yaitu stallone sendiri, film ini meledak di pasaran dan menghasilkan uang senilai US$ 200.000.000 atau 200 kali lipat.

Dari film Rocky yang dibintanginya ia dinominasikan meraih Academi Award sebagai aktor terbaik. Film tersebut memenangkan tiga Oscar untuk film terbaik, sutradara terbaik dan skenario film terbaik. Setelah Rocky, kesuksesan terus mengiringinya selama beberapa dekade ke depan. Ia kembali sukses menjadi ikon action movie dalam karakter Rambo. Pemuda keturunan itali ini menjadi ikom machismo (kejantanan) dalam film action Holywood.

Ia menjadi aktor pencetak box office terbesar didunia sepanjang tahun 1970 sampai 1990. Serial Rocky (Rocky 1-5) dan Rambo (1-4) meraih hampir US$1 miliar, dan menjadikan Stallone seoarng bintang film internasional termahal. Apa yang dicapainya tersebut adalah karena kegigihannya berjuang. Pantang menyerah !

Bicara tentang mengubah wajah menjadi ganteng tadi, mengubah wajah bukanlah hal yang penting. Stalone tidak mengubah wajahnya meskipun wajahnya bukanlah wajah ‘aktor’. Wajah aktor diperolehnya setelah dia menjadi aktor. Apa yang dia lakukan ? Dalam buku nya Stalone, dia menyebutkan bahwa “Kalau Anda punya masalah dengan wajah, Anda tidak perlu mengubah wajah Anda, cukup menjadi sukses maka wajah Anda akan berubah”.
Salam sukses !

Read More »»

Wednesday, October 26, 2011

BRANDING LEWAT FACEBOOK

. Wednesday, October 26, 2011
0 comments


Facebook (http://www.faceboook.com) dikenal sebagai media jejaring sosial yang paling populer saat ini. Dengan lebih dari 400 juta pengguna aktif yang dimilikinya, facebook merupakan media online yang sangat potensial bagi pelaku bisnis untuk membangun loyalitas pelanggan. Memanfaatkan facebook sebagai bagian dari strategi marketing akan memberikan keuntungan yang besar dan efeknya jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan pemasaran secara tradisional.

Di media jejaring sosial seperti Facebook, semua pengguna merupakan satu kesatuan dan saling terkoneksi satu sama lain. Setiap pengguna Facebook bisa saling berinteraksi kapan saja dan di mana saja, entah itu dengan menggunakan perangkat komputer atau telepon genggam yang selalu mereka bawa. Semua aktivitas yang dilakukan oleh setiap pengguna di facebook akan diketahui dengan cepat oleh pengguna lain yang terdaftar dalam Facebook List-nya. Jadi, bisa dibilang facebook merupakan jembatan yang menggabungkan setiap orang di seluruh dunia.

Mekanisme seperti ini menciptakan interaksi dua arah yang merupakan ciri khas dari Web 2.0. bagi pelaku bisnis, facebook dipandang sebagai peluang yang sangat potensial dan menarik untuk meningkatkan jangkauan pemasaran sekaligus membangun branding yang positif di dunia maya.

Ada 3 (tiga) langkah yang harus Anda lakukan untuk membangun branding lewat Facebook.
Pertama, Anda harus menunjukkan kehadiran Anda di media jejaring sosial dengan membuat Facebook Page (http://www.facebook.com/pages/create.php). Dengan facebook Page terbukalah kesempatan yang luas untuk berinteraksi dengan pengunjung yang menjadi target pemasaran bisnis.

Langkah kedua yaitu mempromosikan Facebook Page tersebut. Ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan facebook Ads (http://www.facebook.com/ads/create), http://www.blogger.com/img/blank.gifmemasang Facebook Like Box (http://developers.facebook.com/plugins) di website Anda, iklan di media cetak atau radio, mencantumkan alamat Facebook Page di kartu nama Anda, maupun proosi dari mulut ke mulut. Pada intinya ajak mereka untuk berkunjung dan bergabung menjadi fans di Facebook Page Anda.

Langkah yang terakhir dan harus dilakukan secara terus menerus yaitu membangun komunikasi aktif dengan pengunjung Facebook Page Anda. Ini merupakan salah satu faktor penting yang menentukan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses marketing.

(Dikutif dari “Kedaulatan Rakyat” tgl 24 Oktober 2011)

Read More »»

Monday, March 21, 2011

Kr34TiViT45

. Monday, March 21, 2011
4 comments

Ketika saya memberikan pelatihan tentang intrapreneurship khususnya menyinggung kreativitas, banyak peserta secara creative mendefinisikan makna suatu keativitas. Melihat pada kamus kreativitas, definisi kreativitas begitu banyak dan perlu perdebatan panjang untuk mencapai rumusan yang disepakati.

Namun, dalam tulisan ini saya akan memaparkan definisi kreativitas dari para peserta tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Kreativitas adalah menjadi berbeda dengan yang lain
2. Meningkatkan nilai tambah suatu produk.
3. Menjadi serupa dengan yang popular.
4. Menambah manfaat baru.
5. Menciptakan cara-cara baru.
6. Menambah perbedaan dari yang standar.
7. Menambah sesuatu di luar kebiasaan.
8. Radikal melawan kelaziman.
9. Menciptakan gaya baru.
10. Menciptakan sesuatu yang baru.
11. Lebih cepat dari yang lain.
12. Dan lain-lain….

Silakan ditambahin lagi jika Anda mau menambah sesuai dengan kreativitas Anda.
Bila bicara tentang kreativitas, tidak lepas dari fungsi otak kanan manusia. Kalau otak kiri berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya logis, analistik, kuantitatif, matematis, maka otak kanan berkaitan dengan kreativitas, imajinatif, seni, warna, irama. Orang-orang dominan menggunakan otak kiri akan lebih banyak berpikir dan hitung-hitungan. Kreativitas menjadi mahal karena tidak semua orang mampu menggunakan otak kanan.

Coba Anda ingat-ingat kembali fenomena Kopi Starbucks. Tidak seperti kopi lainnya, dengan tetap menjaga kualitas dan sentuhan kreativitas yang unik, Starbucks mampu menjual secangkir kopi dengan harga Rp 40.000. Penjualan kopi Starbucks dikemas dengan cara modern – dengan suasana kafe yang santai dengan aroma kopi yang khas.

Extra Joss, mampu mendobrak pasar karena keluar dari pakem kemasan minuman dalam botol dengan menyediakan minuman dalam bentuk serbuk dalam sachet – praktis dan murah karena tidak perlu membeli botol nya. Extra Joss memunculkan tag line dalam iklannya yaitu “ Ini biangnya, buat apa membeli botolnya”

Bahkan Oreo mampu menciptakan brand awareness dan melakukan penetrasi pasar dengan iklan-iklannya yang kreatif yang mengusung iklan “Diputar, dijilat, terus dicelupin” – menciptakan cara baru dalam makan roti. Oreo menciptakan cara baru makan biscuit dengan cara yang sensasional.

Jika Anda ke Lembang, coba perhatikan di pinggir jalan menuju Lembang. Anda mungkin kaget karena ada Tahu Lembang dengan tokonya yang mirip Pom Bensin. Kios ini ramai dikunjungi konsumen karena penasaran dan kiosnya unik serta menarik – menciptakan sesuatu yang mirip dengan yang popular (Pom Bensin).

Itulah sebagian contoh kreativitas yang dilakukan perusahaan untuk mampu bersaing di tengah persaingan yang super ketat ini. Banyak lagi contoh-contoh perusahaan yang mampu melejit di tengah persaingan yang sulit karena mereka kreatif – menggunakan otak kanan ketimbang otak kiri.

Apa yang akan Anda lakukan jika Anda diberikan tantangan untuk menciptakan produk baru ? Menyerah ? Tentu saja tidak ! Anda pasti akan memeras otak dan berusaha mencari ide. Nah… gunakan otak kanan untuk bekerja. Caranya ? saya akan bahas pada tulisan saya yang lain.

Ayo … asah otak kanan Anda untuk meningkatkan kreativitas Anda.

Read More »»

Tuesday, January 25, 2011

Inikah wajah bisnis Anda ? (Tinjauan tentang pelayanan perusahaan)

. Tuesday, January 25, 2011
2 comments

Bagaimana pendapat Anda tentang perusahaan-perusahaan yang menunjukkan kinerja seperti di bawah ini ?

pelayanan kereta api (di Indonesia). Sudah jadi pendapat umum, bahwa keberangkatan (dan kedatangan kereta api) khususnya KRL di Jakarta) sering mengalami keterlambatan, penumpang yang berdesak-desakan, menunjukkan ketidaknyamanan pelayanan ini.

Di industri penerbangan, kondisi pelayanan yang buruk juga sering dialami penumpang. Misalnya, delay atau bahkan pembatalan penerbangan, pelayanan pada waktu check ini atau pelayanan selama penerbangan. Kondisi delay adalah kondisi yang sering dialami oleh penumpang pesawat.

Di bidang jasa kurir, pelanggan mengalami keterlambatan penyampaian kiriman, atau penyampaian kiriman yang lebih lambat dari pesaing lainnya. Atau pelanggan mengalami kehilangan atau kerusakan kiriman yang diterima. Bahkan sering juga dikeluhkan tentang pelayanan di loket maupun after sales service-nya.

Itu semua menunjukkan wajah bisnis perusahaan. Pelanggan Anda akan dengan mudah bisa menebak atau mengambil persepsi mengenai bisnis Anda ketika pelanggan Anda kontak dengan perusahaan Anda. Jika pelayanannya buruk seperti itu, kira-kira bagaimana kondisi perusahaan tersebut? Baik atau buruk ? Saya berani memastikan, kinerja perusahaan tersebut juga buruk seperti pelayanan yang dirasakan oleh pelanggan.

Kinerja perusahaan sering dapat dilihat dari wajah permukaan bisnis perusahaan, yaitu yang langsung bersentuhan dengan pelanggan. Sebut saja, fasilitas fisiknya atau yang bersifat tangible seperti gedung, peralatan yang digunakan, pakaian para pelayan di di garis depan. Jika pelayanan perusahaan (sangat) buruk, maka penilaian pelanggan kepada perusahaan cenderung buruk. Bahkan dalam banyak kasus, kondisi perusahaan juga sama buruknya dengan pelayanannya.

Mengapa demikian ?

Pelayanan-pelayanan yang buruk tersebut sangat berdampak kepada gerak bisnis perusahaan. Suatu survey menyebutkan bahwa 46% dari pelanggan tidak segan-segan meninggalkan perusahaan sebagai pelanggan perusahaan tersebut jika mendapat pelayanan yang buruk. Selanjutnya, 49% responden mengatakan bahwa pelayanan yang buruklah yang mendorong mereka berpindah ke perusahaan lain. Pelayanan pelanggan dan mutu produk yang buruklah menjadi alasan utama mengapa konsumen berhenti menjadi pelanggan perusahaan tersebut, melebihi alasan harga sebagai faktor yang menjelaskan mengapa perusahaan-perusahaan kehilangan konsumen.

Survey juga menunjukkan bahwa menarik pelanggan baru tujuh sampai sepuluh kali lebih mahal dibandingkan dengan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Banyak literatur yang menyebutkan bahwa pelanggan yang memperoleh pelayanan yang baik cenderung menjadi loyal kepada perusahaan.

Keluhan-keluhan pelanggan yang kecil juga bisa mengganggu kinerja bisnis perusahaan. Survey mengatakan bahwa pelanggan yang memperoleh pelayanan buruk atau kecewa dengan pelayanan perusahaan akan bercerita kepada 7 orang lainnya. Apalagi dengan adanya media sosial seperti sekarang ini, berita tentang keburukan perusahaan menyebar dengan jauh lebih cepat dan luas. Jika perusahaan tidak memperhatikan hal-hal yang kecil tersebut secara benar dan terus menerus, maka tamatnya perusahaan tersebut tinggal menunggu waktu.

Meskipun perusahaan menyadari bahwa kesetiaan pelanggan itu penting, namun masih banyak perusahaan yang belum melakukan tindakan maksimal dalam memperbaiki pelayanannya. Artinya, perubahan-perubahan yang dilakukan belum mampu memperbaiki kondisi pelayanan yang buruk atau bahkan cenderung pelayanannya masih stagnan atau dirasakan tidak berubah oleh pelanggan.

Bahkan di Jakarta, pelanggan dengan tegas menolak kenaikan tarif kereta api jabotabek jika pelayanan kereta api tidak diperbaiki. Artinya, pelanggan rela membayar lebih mahal (tiket kereta api dinaikkan namun pelayanannya terlebih ditingkatkan sesuai dengan standar pelayanan yang sudah ada.

Nah, silakan Anda menilai perusahaan yang sering Anda gunakan, apa yang Anda rasakan – baik atau buruk? Kemudian tebaklah, kira-kira bagaimana kondisi perusahaan jika pelayanannya seperti itu.

Itulah sebenarnya wajah bisnis perusahaan tersebut.

Read More »»

Saturday, January 1, 2011

SUPERVISOR : MEMOTIVASI TEAM WORK

. Saturday, January 1, 2011
4 comments


Sebagai seorang supervisor, untuk mencapai hasil maksimal – keberadaan dan kekompakan team Anda sangat menentukan kinerja Anda dan tim Anda secara keseluruhan. Ciri-ciri seorang supervisor yang baik dan berhasil adalah mereka yang mampu mencapai kinerja yang baik melalui tim Anda.

Meskipun mungkin Anda sanggup melaksanakan pekerjaan Anda sendirian (meskipun dengan alokasi waktu dan energi yang sangat besar), akibat jangka panjang adalah Anda tidak akan mampu melaksanakan pengawasan dan perencanaan dengan baik.

Bayangkan beberapa pekerjaan harus Anda selesaikan dengan waktu tertentu, kapan saatnya Anda melakukan pengawasan ? Sering terjadi, karena seorang supervisor lebih banyak ‘turun ke bawah’, melaksanakan pekerjaan yang seharusnya dapat Anda delegasikan ke bawahan atau tim Anda, Anda jadi lupa untuk membuat perencanaan.

Kunci untuk menggerakkan tim Anda adalah memotivasi tim Anda dan member mereka ruang untuk mengembangkan diri untuk potensi mereka.

Pertanyaan yang sering diajukan kepada saya selama memberikan pelatihan tentang supervisor adalah bagaimana cara seorang supervisor memotivasi tim nya agar memperoleh kinerja yang baik.

- Pertama-tama yang harus Anda lakukan adalah memotivasi diri sendiri terlebih dahulu sebelum memotivasi orang lain atau tim Anda. Mengapa ? Coba Anda renungkan, kira-kira bagaimana tim Anda jika Anda memotivasi mereka tetapi Anda sendiri tidak termotivasi ?

- Kedua, Anda harus mempunyai tujuan yang jelas dan mengkomunikasikan tujuan tersebut kepada tim Anda. Apa target Anda, apa yang ingin Anda capai dalam suatu waktu tertentu. Kejelasan tujuan sangat menentukan keberhasilan sebuah tim. Contoh yang paling jelas adalah dalam permainan sepak bola. Seluruh anggota tim dalam sepak bola punya tujuan yang sama, yaitu bagaimana mencetak gol ke gawang lawan agar memenangkan pertandingan.

- Ketiga, mengkomunikasikan keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai. Menginformasikan keberhasilan untuk memotivasi memelrukan seni tersendiri. Misalnya, meskipun penjualan menurun, namun Anda dapat melihat dari sudut pandang yang lain, apakah dengan melihat atau membandingkan dari sudut pandang volume penjualan, pertumbuhan dibandingkan pesaing, penetrasi pasar atau hal-hal lain dengan maksud memotivasi karyawan.

- Keempat
, temukan apa yang sesungguhnya memotivasi team Anda untuk bekerja. Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda - Anda perlu mencari apa yang mereka butuhkan. Ingat teori Maslow, atau achievement theory, bahwa pada dasarnya ada hal-hal khusus yang memotivasi seseorang. Berbicaralah dengan, apa yang mereka inginkan dari pekerjaan mereka, dan untuk bisnis secara keseluruhan. Temukan hal tersebut ! Ingat, orang bekerja bukan semata-mata karena uang, mungkin ada faktor lain yang dapat membuat mereka bekerja dengan lebih baik. Uang hanyalah salah satu alat untuk mencapai tujuan mereka seperti pensiun dengan nyaman, biaya pengobatan, atau faktor-faktor lain.

- Kelima, dengan melibatkan mereka ke dalam pekerjaan atau proyek tertentu yang penting dan dihargai. Dengan mengajak mereka berpartisipasi, mereka merasa dihargai dan membuat team Anda lebih termotivasi.

- Keenam, adalah penghargaan atau pengakuan. Motivasi membutuhkan pengakuan dan penghargaan – meskipun penghargaan tersebut sangat sederhana seperti ucapan selamat atau terima kasih.

Keenam jurus tersebut merupakan dasar-dasar yang harus dilaksanakan oleh seorang supervisor. Anda juga harus mengetahui teori-teori motivasi untuk mengetahui perilaku karyawan sehingga cara-cara yang Anda lakukann tepat sesuai dengan perilaku team Anda.

Siap sebagai supervisor ?

Read More »»

Friday, December 31, 2010

MEMOTIVASI KARYAWAN

. Friday, December 31, 2010
3 comments


Salah satu tugas seorang manajer adalah memotivasi karyawan atau bawahannya sehingga kinerja karyawan atau bawahannya tersebut dapat berjalan efektif. Namun banyak manajer yang masih kebingungan bagaimana caranya atau apa yang dapat dilakukan untuk tetap memelihara motivasi karyawan nya tersebut.

Berikut beberapa tips atau cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengelola dan memotivasi karyawan.

SARANA MEMBANGKITKAN MOTIVASI

Terlebih dahulu akan kita bahas, sarana yang digunakan oleh seorang manajer menerapkan teori-teori motivasi, yaitu sebagai berikut :

Dengar pendapat (Informasi). Kebanyakan orang ingin mengetahui latar belakang atau alasan suatu tindakan Kepada karyawan sebelumnya dijelaskan gambaran dan spesifikasi pekerjaan yang jelas dan terperinci.

Melimpahkan wewenang. Pelimpahan wewenang dapat memberikan motivasi yang kuat, asalkan dilakukan pada waktu yang tepat dengan orang yang benar-benar sesuai dengan pekerjaan yang dibebankan padanya saat itu.

Memperkaya tugas, yaitu dengan memberi keleluasaan lebih kepada karyawan dalam mengontrol pekerjaan mereka. Dalam hal ini karyawan bertanggung jawab atas perencanaan, pembuatan agenda kerja dan pengerjaannya, kemudian mengukur sendiri bagaimana mereka bekerja dan membuat perbaikan atau penyesuaian pada bagian-bagian yang diperlukan.

Memberikan penghargaan terhadap pekerjaan yang dilakukan. Penghargaan terhadap pekerjaan yang terselesaikan dengan baik akan menyenangkan karyawan tersebut, dengan demikian akan bekerja lebih baik.

MENGGUNAKAN SISTEM BALAS JASA UNTUK MEMOTIVASI KINERJA

Meskipun bukan merupakan penentu kinerja yang utama, system balas jasa dapat mempengaruhi sikap, perilaku, dan motivasi.

Kita bisa membuat empat generalisasi umum untuk sikap karyawan terhadap balas jasa :

Kepuasan karyawan dipengaruhi oleh berapa banyak balas jasa yang diterima dan berapa banyak balas jasa yang menurut masing-masing individu patut diterima.

Kepuasan karyawan dipengaruhi oleh besarnya balas jasa yang diterima orang lain.
Karyawan sering kali salah dalam menilai balas jasa yang diterima orang lain. Saat seorang karyawan percaya bahwa orang lain menghasilkan lebih banyak uang dari yang sepantasnya, potensi ketidakpuasan meningkat.

Kepuasan kerja secara keseluruhan dipengaruhi oleh seberapa puasnya karyawan terhadap balas jasa ekstrinsik dan intrinsic yang dihasilkan dari pekerjaan mereka.
Sistem balas jasa akan mempengaruhi perilaku karyawan seperti kehadiran dan absebteisme : jika balas jasa didasarkan pada kinerja actual, karyawan cenderung bekerja lebih keras untuk mendapatkannya.

Sistem balas jasa juga akan berpengaruh terhadap motivasi karyawan. Seorang karyawan cenderung akan berusaha lebih keras jika dia tahu bahwa kinerja akan diukur, dievaluasi, dan diimbali dengan balas jasa. Pengharapan kinerja ke hasil dipengaruhi oleh sejauh mana karyawan pecaya bahwa kinerja akan diikuti oleh balas jasa. Ini berkaitan dengan teori pengharapan.

Merancang sistem balas jasa yang efektif

Para pakar sepakat bahwa sistem balas jasa yang efektif memiliki empat karakteristik :
Sistem balas jasa mesti memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar individu.

Sistem balas jasa harus cukup bagus jika dibandingkan dengan system balas jasa dari organisasi-organisasi lain.

Distribusi balas jasa di dalam organisasi harus adil.

Sistem balas jasa harus memperhitungkan bahwa individu-individu yang berbeda memiliki kebutuhan-kebutuhan yang berbeda dan memilih cara yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut

Pendekatan-pendekatan popular dalam penyediaan balas jasa

Dari perspektif motivational, balas jasa dapat dikaitkan secara langsung dengan knerja melalui system penyediaan balas jasa seperti berikut ;

Sistem merit (meryt system), adalah system balas jasa yang menyediakan tingkat kenaikan gaji yang berbeda-beda pada akhir tahun, yang didasarkan pada performa kinerja secara menyeluruh.

Sistem insentif, yaitu balas jasa kepada karyawan dalam proporsi yang setara dengan apa yang mereka lakukan. Empat system insetif yang semakin popular adalah profit sharing (bonus tahunan kepada karyawan berbasis laba perusahaan), gain sharing (berbasis group, di mana semua anggota group mendapatkan bonus jika level kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya terlampaui, lump-sum bonuse plan (menyediakan bonus kas satu-kali kepada tiap karyawan, bukan kenaikan gaji pokok, pay for knowledge (melakukan pembayaran untuk individu, bukan untuk pekerjaan

Read More »»

Wednesday, December 29, 2010

FALSAFAH POHON DURIAN

. Wednesday, December 29, 2010
2 comments


Bila kita mendengar kata “DURIAN” apa yang akan terbayang di benak kita ? Buah dengan cita rasa yang sangat lezat, buah asli Asia dengan harga yang terbilang cukup mahal dibandingkan dengan buah lain, ataukah nilai gizi-nya yang tinggi sekaligus kandungan kolesterolnya yang tinggi, atau bahkan untuk menikmati buahnya perlu perjuangan ? Apa pun yang terbayang dibenak kita, durian sering juga disebut sebagai raja buah-buahan, di berbagai daerah di Indonesia. Durian sangat dikenal oleh masyarakat, di Jawa Tengah disebut Duren, di Jawa Barat disebut Kadu, di Tapanuli (Sumatera Utara) buah ini disebut Tarutung, bahkan diabadikan sebagai nama suatu daerah di Tapanuli Sumatera utara.

Pada musim durian , kita dapat dengan mudah mendapatkan buah ini, dari penjual di pinggir jalan sampai di supermarket. Produk olahannya pun bisa didapatkan di berbagai tempat dengan berbagai variasi dari permen bercita rasa “Durian” seharga Rp.100,-, dodol rasa durian, dicampurkan menjadi kue yang biasa disebut jenang dan berbagai makanan olahan dengan label exclusive yang berharga berlabel dolar di hotel berbintang. Buah ini memang luar biasa dan banyak penggemarnya.

Bila kita melihat pohon durian, maka dapat kita lihat bahwa pohon ini kalau sudah besar merupakan pohon yang lurus tinggi. Oleh karena itu, baik untuk bahan bangunan, ranting-rantingnya meski tidak terlalu besar sekalipun cukup mampu untuk menahan buah yang beratnya rata-rata berkisar 3 - 5 kilogram perbijinya, akarnya cukup kuat menahan batang atau pohonnya yang tinggi sehingga mampu menahan terpaan angin yang kuat. Pohon ini berumur panjang baik untuk reboisasi, daunnya yang rimbun mampu untuk menyerap CO2 dan memberikan oksigen yang cukup untuk mengurangi polusi bahkan menjadi paru-paru bagi bumi kita. Bunga dan kulit buahnya dapat dipergunakan untuk obat tradisional. Banyak manfaat dan khasiat yang dapat kita petik dari buah ini.

Untuk berkebun atau menanam buah durian tidaklah mudah karena selain perlu dana atau modal yang cukup besar, juga diperlukan ketekunan dan kesabaran dalam merawatnya. Selain itu, perlu waktu yang cukup lama untuk dapat memanen buah durian sejak ditanam yaitu berkisar antara 4 s.d 5 tahun pohon, bahkan diperlukan sampai 6 tahun untuk varietas tertentu. Awalnya buahnya sedikit atau hanya beberapa biji, namun makin tua pohon itu makiin lebat buahnya dan hasil panen akan makin banyak.
Andaikan Falsafah pohon ini bisa kita angkat menjadi etos kerja kita, mari kita ibaratkan PT. POS Indonesia ini sebagai pohon durian milik kita. Pohonnya yang lurus dan tinggi kita gambarkan sebagai visi atau cita-cita yang tinggi untuk kesejahteraan bersama, perusahan yang focus untuk menatap masa depan.

Ranting-ranting dari yang besar sampai ranting yang kecil yang kuat menahan buah, kita ibaratkan jejaring yang kita miliki dari kantor pusat, wilayah sampai kantor pos terkecil sekali pun, dari kota besar sampai daerah terpencil yang memiliki kemampuan, kekuatan dan ketangguhan yang mampu menghadapi gejolak kemajuan jaman, mampu melayani masyarakat dengan prima, setangguh ranting durian.

Akarnya yang kuat kita ibaratkan seluruh insan pos yang mampu berkolaborasi untuk mencari peluang dan menopang agar pohon kita menjadi makin kuat dan besar.
Daunnya yang rimbun dan memberikan kesejukan bagi lingkungan sekitarnya kita ibaratkan kinerja pos yang handal dan mampu menjadi mitra kerja yang baik bagi rekanan perusahaan dan masyarakat Indonesia umumnya.

Bunga dan kulit buah kita ibaratkan PT.Pos Indonesia memiliki Citra perusahaan yang Baik dan menjadi solusi dan kenyamanan bagi semua pelanggan.

Pohon “Perusahaan” ini sejak ditanam harus kita rawat, dipupuk, disiram dan dibersihkan dari hama pengganggu sampai pada akhirnya kita dapat merasakan panen buah “Durian”. Demikian juga perusahaan kita yang kita cintai ini. Untuk mencapai keinginan tersebut di atas kita harus mulai menanamkan falsafah ini sebagai falsafah perusahaan. Perlu kesabaran untuk mendapatkan hasilnya, seperti menanam pohon durian ini.

Menanam nilai-nilai ke semua jajaran karyawan Perusahaan pun tidak bisa instan – hari ini tanam langsung memperoleh hasilnya. Perlu waktu yang cukup lama untuk dapat menikmatinya. Nilai-nilai ini juga harus dirawat, disiram agar dapat meresap ke dalam hati karyawan. Istilah manajemen nya adalah proses internalisasi.
Semuanya harus dimulai hari ini, saat ini. Mulai hari ini marilah kita menjadi bagian-bagian dari pohon kita, melakukan hal-hal positif dari tingkat yang paling sederhana sekali pun. Mualilah dari yang kecil, niscaya hasilnya akan besar nantinya.

Mulai dari kesadaran dan kedisiplinan pribadi masing-masing kemudian di lingkungan kerja kita masing-masing, niscaya akan terbentuk jejaring yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya .Dan pada akhirnya tanpa terasa langkah yang kecil-kecil ini akan tercapai sebuah langkah besar. Mulailah belajar dari hal-hal yang kita anggap sepele tetapi sebenarnya akan membawa dampak yang sangat baik, bila kita secara konsisten melakukannya.

Marilah kita melayani pelanggan kita dengan sebaik mungkin, baik pelanggan external yaitu konsumen pemakai jasa POS maupun pelanggan internal yang terdiri dari lingkungan teman sekantor, baik itu atasan, teman sejawat bahkan sampai sub unit yang paling kecil pun. Mari kita perlakukan mereka dengan sebaik mungkin, dan lestarikan budaya melayani.

Belajar secara berkesinambungan adalah kunci keberhasilan suatu perusahan. Dalam menghadapi era persaingan diperlukan sumber daya manusia yang tangguh dalam menghadapi segala bentuk persaingan, dimana ketangguhan ini akan dapat tercipta bila tiap-tiap individu memiliki kemampuan yang baik dan pengetahuan yang up to date.
Untuk itu budayakan kebiasaan untuk berbagi ilmu atau pengalaman, bahkan cerita yang kiranya bisa untuk menambah pengetahuan dan membangkitkan semangat . Untuk mencapai sebuah tujuan mulia, diperlukan waktu yang cukup lama tidak bisa secara instant dan memerlukan biaya yang tidak murah seperti halnya merawat pohon Durian.

Jangan patah semangat, mari kita belajar dan belajar, dari berbagai sumber…. dari teman terdekat, tidak perlu malu untuk bertanya, dan bagi yang merasa memiliki informasi baru, jangan segan segan untuk berbagi ilmu kepada teman. Seperti kata orang bijak “Sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, dan bila kita membagi ilmu yang kita miliki kepada orang lain dan orang tersebut mengamalkan ilmunya, maka pahala yang akan didapatkan tidak akan penah terputus”

Seperti halnya menanam pohon durian, semuanya dimulai dengan keuletan untuk merawat, menyiram, serta kesabaran untuk menunggu hasilnya, namun semuanya harus dilakukan – tidak bisa hanya menunggu. Demikianlah pohon durian memang banyak manfaatnya bagi kita semua, dan mungkin pantas dijadikan falsafah perusahaan. Bagaimana menurut Anda ?

-----
Artikel ini dimuat di Majalah Merpati Pos edisi Juni 2010

Read More »»

Monday, November 15, 2010

MARKETING MIX

. Monday, November 15, 2010
1 comments

Strategi pemasaran diwujudkan dalam berbagai bentuk. Ada 4 unsur pokok yang dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat strategi pemasaran. Keempat unsur tersebut sering disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) yaitu Product, Price, Place dan Promotion.

Keputusan tentang marketing mix harus dapat mempengaruhi pelanggan maupun saluran-saluran pemasaran untuk mencapai pelanggan. Produk harus berkualitas, mempunyai harga yang kompetitif, dapat dicapai/ diperoleh oleh pelanggan, dan dipromosikan dengan tepat. Keempat bauran pemasaran tersebut harus dilakukan secara sinergi, tidak bisa dilakukan secara terpisah-terpisah.

Produk, meskipun sangat baik atau terbaik, belum tentu berhasil karena harganya terlalu tinggi. Selanjutnya produk yang berkualitas dan mempunyai harga yang kompetitif serta dipromosikan dengan tepat tidak bisa berhasil juga jika tidak didistribusikan dengan tepat. Jadi ke empat bauran pemasaran tersebut adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Keempatnya harus direncanakan secara terpadu.


Produk

Untuk merumuskan strategi produk, ada beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab yaitu :
Produk apa yang Anda tawarkan ?
Kepada siapa produk tersebut akan ditawarkan ?
Apa manfaat yang ditawarkan oleh produk tersebut ?
Apa merek untuk produk yang Anda tawarkan ?
Bagaimana memposisikan produk tersebut di pasar ?

Pertama-tama Anda harus mengetahui produk apa yang akan Anda tawarkan. Produk yang Anda tawarkan adalah produk yang dibutuhkan oleh pelanggan, atau bisa memecahkan masalah yang dihadapi pelanggan. Di sinilah pola pemikiran pemasaran, yaitu dimulai dari pelanggan. Percuma membuat atau menjual produk jika produk tersebut tidak dibutuhkan pelanggan. Untuk menentukan produk apa yang tawarkan ke pasar Anda dapat melakukan riset. Gunakan prinsip ATM untuk menentukan produk Anda, yaitu Amati, Tiru, Modifikasi. Amati produk-produk yang ada di pasar, bandingkan produk yang ingin Anda tawarkan dengan produk yang sudah ada. Buat sedikit modifikasi agar produk Anda sedikit berbeda dari pesaing.

Pertanyaan kedua adalah kepada siapa produk tersebut ditawarkan ? Tentukan siapa target market Anda ? Untuk membuat target market, Anda harus memilah-milah pasar terlebih dahulu. Bahasa kerennya adalah segmentasi. Ibarat Anda melepaskan anak panah, Anda harus mengetahui sasaran anak panah tersebut. Melepaskan anak panah tanpa mengetahui sasaran tentu saja percuma. Membidiknya pun harus tepat. Misalnya target market Anda adalah anak-anak. Secara lebih spesifik Anda bisa menetapkan misalnya anak-anak umur 3-5 tahun (anak pra sekolah).

Pertanyaan ketiga adalah apa manfaat produk tersebut bagi pasar sasaran Anda ? Produk yang Anda tawarkan harus memberikan manfaat bagi pasar sasaran Anda. Cobalah berpikir dari sudut pandang konsumen. Jika Anda adalah konsumen, manfaat apa yang akan Anda peroleh jika membeli produk tersebut. Berpikir dari sudut konsumen, akan membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut.

Merek akan memudahkan konsumen mencari produk Anda. Bayangkan Anda membuka warung makan, tetapi tidak ada merek/ identitas Anda. Konsumen yang puas akan suka menceritakannya kepada teman-temannya, namun mereka akan sulit menceritakannya apabila tidak ada merek produk Anda. Lokasi saja tidak cukup, kalau di sekitar lokasi warung makan tersebut ada penjual yang lain. Konsumen akan kesulitan mencari produk Anda. Itulah gunanya merek, untuk memudahkan konsumen melakukan pembelian atau mencari produk Anda kembali. Buatlah merek yang mudah diingat oleh konsumen.

Memposisikan produk Anda merupakan hal yang sangat penting. Konsumen akan lebih mudah mengingat produk Anda jika produk yang Anda tawarkan mempunyai keunikan yang membedakannya dengan pesaing Anda. Lebih murah, lebih baik, lebih tahan lama adalah beberapa contoh membedakan produk Anda dengan pesaing Anda.

Satu hal lagi yang tidak boleh Anda lupakan adalah buat produk yang berkualitas. Ketika akan membuat keputusan tentang produk, Anda harus memperhitungkan kualitas produk Anda. Di mana pun Anda memposisikan produk Anda, kualitas produk adalah suatu keharusan. Positioning akan berhasil apabila produk yang Anda jual berkualitas dan akhirnya memuaskan pelanggan. Produk yang tidak berkualitas lama-kelamaan akan ditinggalkan oleh pelanggan Anda.


Harga

Menetapkan harga bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari biaya, pesaing, kemampuan konsumen sampai kepada efek psikologis konsumen. Jika kualitas produk Anda bagus Anda bisa mempertimbangkan penetapan harga yang tinggi. Namun Anda harus tetap hati-hati dengan pernyataan ‘harga yang tinggi adalah produk berkualitas’. Mengapa ? Daya beli konsumen ! Apakah konsumen akan sanggup membelinya ? Jika konsumen tidak mampu membelinya, meskipun produk bagus belum tentu dapat dijual.

Produk bisa dijual dengan harga murah, namun bagaimana dengan keuntungan Anda? Jangan sampai usaha Anda rugi atau perkembangan bisnis Anda lambat hanya karena berpikir bahwa penjualan atau order akan banyak.

Ada berbagai cara untuk menetapkan harga jual produk Anda. Jika Anda tidak mau repot, Anda dapat menggunakan cara yang paling sederhana yaitu dengan menetapkan persentase tetentu dari biaya produksi. Misalnya, biaya total produksi adalah Rp 100.000, Anda menginginkan margin 20%, maka harga jual Anda tetapkan sebesar Rp 120.000. Kesulitan biasanya adalah menentukan biaya produk. Anda harus menghitung biaya-biaya secara cermat mulai dari proses awal sampai produk siap dijual.

Cara penetapan harga yang lain adalah dengan memperhitungkan pesaing. Kita bisa menjual produk di atas harga pesaing, di bawah , atau sama dengan harga pesaing, tergantung kepada positioning yang Anda tetapkan. Strategi yang Anda mainkan dalam penetapan harga harus memperhitungkan efek psikologis konsumen. Artinya, untuk produk-produk tertentu, harga mencerminkan kualitas.

Place

Place bisa berarti distribusi dan tempat berjualan. Tempat atau lokasi memegang peran yang sangat penting untuk sukses bisnis Anda. Pertanyaan khusus untuk bisnis retail misalnya restoran atau cafĂ© yaitu ‘apa yang menentukan sukses bisnis Anda?”. Jawabanya adalah ‘lokas, lokasi dan lokasi’. Produk yang sudah dipromosikan dengan baik, tetapi kalau produk Anda tidak tersedia di pasar atau sulit dicari, maka bisnis Anda sulit maju.

Tempat berarti mudah dijangkau, mudah dilihat, dan mudah dicari, dan kenyaman tempat. Mudah dijangkau dan mudah dicarai artinya konsumen tidak kesulitan menemukan produk Anda. Mudah dilihat khususnya untuk produk yang dipajang atau dijual dioutlet bersamaan dengan produk-produk lain atau pesaing. Ini berarti mencakup menata dan menyusun produk Anda di lokasi penjualan.

Produk yang mudah dilihat dengan tatanan yang menarik bisa memikat konsumen meskipun pada awalnya tidak bermaksud membeli produk Anda. Kenyamanan lokasi ditambah dengan dekorasi yang menarik adalah hal yang tidak kalah pentingnya dibanding dengan aspek place lain. Untuk bisnis tertentu misalnya, restoran, warnet maka kenyamanan bisa menarik konsumen agar senang berbelanja di tempat Anda.

Distribusi artinya bagaimana menyalurkan produk Anda sampai ke tempat yang mudah dijangkau konsumen. Jika cakupan atau area bisnis Anda luas, maka pendistribusian produk memegang peranan yang sangat besar.


Promosi

Promosi dimaksudkan agar konsumen Anda mengetahui produk Anda, dan selanjutnya dapat membeli produk Anda. Ada kalanya, produk sudah sangat baik dengan packaging yang bagus dan menarik, harganya pun sudah pas, namun gagal di pasar karena tidak dipromosikan. Promosi pada awal produk tersebut diluncurkan biasanya memerlukan biaya yang lebih tinggi.

Promosi bisa dilakukan melalui cara-cara yang sederhana mulai dari pemasangan spanduk, menyebarkan brosur, kunjungan penjualan sampai pada penayangan iklan di surat kabar atau televisi tergantung kepada bisnis Anda, target pasar dan tentu saja biaya. Singkatnya adalah buatlah program agar konsumen sasaran Anda tahu produk Anda. Bagaimana bisa terjual dengan baik kalau konsumen tidak tahu produk Anda. Jadi promosi khususnya di awal peluncuran produk sifatnya wajib !

Itulah Marketing Mix yang harus diketahui oleh pemasar.

Read More »»

Thursday, November 11, 2010

JANJI-JANJI PERUSAHAAN

. Thursday, November 11, 2010
5 comments

Apa yang Anda rasakan ketika seseorang berbohong kepada Anda ? Tentu Anda kecewa bukan ? Demikian juga halnya perusahaan, jika perusahaan berbohong kepada pelanggan, maka pelanggan tentu akan kecewa. Bukan hanya kecewa, tetapi pelanggan akan menceritakan kepada orang lain. Ingat kasus Prita vs RS Omni ?

Karena kecewa, Prita kemudian berkeluh kesah kepada teman-temannya di media social (facebokk). Anda mungkin sudah mengikuti ceritanya, yang terjadi adalah begitu dahsyatnya berita ini menyebar di pengguna face book. Di tengah maraknya penggunaan status media sosial, pelanggan dengan mudah menceritakan pengalaman buruknya kepada orang dan demikian cepatnya menyebar.

Anda mungkin sering melihat, banyak perusahaan memberikan janji-janji kepada pelanggannya. Lihatlah iklan-iklan perguruan tinggi yang dengan begitu manisnya menawarkan prospek masa depan, fasilitas kampus, kualitas pendidikan, dan sebagainya.

Demikian juga industri yang banyak membuat janji kepada pelanggannya.
Ini mungkin sebagian janji-janji perusahaan seluler kepada pelanggannya :

Telkomsel : Jaringan terluas dan terbaik
Indosat : Tariff termurah
XL : Nyambung terus !
Axis : GSM yang baik

Di industri logistic dan parcel, kita bisa lihat janji perusahaan tersebut dari slogan-slogan yang dipakai :

DHL : No One Knows Asia Pasific Like We Do
FeDex : Thew world on time
TIKI : Nothing but assurance
UPS : Pasti selesai
PT Pos Indonesia: Semua-mua bisa

Selesaikah sampai di situ ?

Tentu saja tidak, karena Anda harus bisa membuktikan janji-janji yang telah Anda sampaikan. Dan pelanggan Anda menunggu bukti dari janji yang Anda berikan kepada mereka - apakah Anda setia atau tidak dengan janji-janji Anda. Sekali Anda berjanji dan tidak memenuhinya, pelanggan tidak akan puas, akan kecewa, dan mereka tidak akan menggunakan produk atau jasa Anda lagi.

Untuk mengelola janji-janji yang Anda sampaikan, janganlah memberikan janji yang terlalu muluk-muluk dan tidak realistis karena hal itu akan menjadi boomerang bagi Anda nantinya. Over promise under deliver !

Jadi jangan menjanjikan lebih dari kemampuan Anda !

Read More »»

Wednesday, November 10, 2010

Lingkungan Organisasi

. Wednesday, November 10, 2010
1 comments

PENDAHULUAN

Organisasi sebagai suatu sistem terbuka berada dalam sebuah lingkungan. Perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan organisasi memerlukan perhatian dari manajer karena bisa memberikan dampak yang besar bagi perkembangan organisasi. Kegiatan organisasi akan merubah lingkungan, dan juga sebaliknya, lingkungan akan mendorong perubahan pada organisasi. Oleh karena itu, manajer harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap lingkungan tempat mereka dan organisasi mereka berkiprah.

LINGKUNGAN ORGANISASI

Lingkungan eksternal
(external environment) adalah segala sesuatu di luar batasan organisasi yang mungkin mempengaruhinya.

Lingkungan internal (Internal environment) adalah faktor-faktor atau kondisi umum yang berada di dalam suatu organisasi.

LINGKUNGAN EKSTERNAL


Lingkungan eksternal terdiri dari dua bagian, yaitu :

Lingkungan Umum (general environment), disebut juga lingkungan yang tidak berpengaruh langsung kepada organisasi (indirect environment) yaitu serangkaian dimensi dan kekuatan yang luas yang berada di sekitar organisasi yang menciptakan keseluruhan konteks organisasi. Meskipun Lingkungan umum tidak mempengaruhi organisasi secara langsung, namun harus tetap diperhitungkan dalam pengambilan keputusan organisasi. Lingkungan umum terdiri dari dimensi ekonomi, teknologi, social budaya, politik-hukum, dan internasional.

Lingkungan tugas (task environment), disebut juga lingkungan yang berpengaruh langsung kepada organisasi (direct environment) yaitu unsur-unsur luar organiasi yang secara spesifik berpengaruh secara langsung kepada organisasi. Lingkungan ini terdiri dari dimensi : kompetitor, pelanggan, pemasok, regulator, dan partner strategis.

Lingkungan Umum

Dimensi Ekonomi. Dimensi ekonomi adalah kesehatan dan vitalitas keseluruhan dari sistem ekonomi di mana organisasi beroperasi. Apabila kondisi ekonomi mengalami guncangan, maka akan berpengaruh secara langsung kepada organisasi. Faktor-faktor ekonom yang terutama sangat penting bagi bisnis adalah pertumbuhan ekonomi secara umum, inflasi, tingkat bunga, dan tingkat penggangguran.

Dimensi Teknologi. Dimensi ini merefleksikan metode-metode yang tersedia untuk mengubah sumber daya menjadi produk atau jasa. Perubahan teknologi akan mempengaruhi cara organisasi mengubah sumber daya tersebut.

Sosial Budaya. Dimensi ini meliputi sikap, norma, adat, gaya hidup, nilai, kebiasaan, dan karakteristik demografi masyarakat di mana organisasi berada.

Politik-Hukum. Yaitu berupa peraturan pemerintah mengenai bisnis dan hubungan umum antara bisnis dan pemerintah. Undang-undang dan peraturan-peraturan yang dikeluarkan pemerintah bisa memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan hidup organisasi.

Internasional. Yaitu pengaruh bisnis, politik dan kebijakan negara lain khususnya untuk organisasi-oganisasi multinasional memberikan dampak yang sangat besar bagi organisasi tersebut.

Lingkungan Tugas


Kompetitor/ pesaing. Adanya pesaing yang memperebutkan sumber daya termasuk konsumen, atau yang menawarkan produk atau jasa tandingan. Organiasasi juga akan bersaing dengan organisasi lainnya dalam memperebutkan sumberdaya. Contoh: organisasi akan bersaing memperoleh dana dari lembaga keuangan dan memperoleh karyawan yang berkualitas dari universitas.

Pelanggan, yaitu individu atau organisasi yang membeli barang atau jasa suatu organisasi. Pelanggan mempengaruhi organisasi secara langsung karena mereka membeli dan memakai barang atau jasa yang dihasilkan oleh organisasi. Perubahan pada perilaku konsumen, selera, dan sikap konsumen termasuk dalam komponen yang harus dipahami oleh manajer.

Pemasok, yaitu pihak-pihak yang memberikan input berupa sumber daya kepada organisasi, yang diperlukan untuk menjalankan usahanya. Input dapat berupa bahan baku, bahan setengah jadi, karyawan, modal keuangan, informasi, atau jasa yang diperlukan organisasi.

Regulator, biasanya adalah pemerintah yang mengatur dan mempengaruhi kebijakan dan praktek sebuah organisasi.

Partner Strategis, yaitu dua organisasi atau lebih yang bekerjasama dalam joint venture atau kemitraan lainnya.


LINGKUNGAN INTERNAL


Pemilik/ Pemegang Saham
, adalah orang-orang yang memiliki hak milik hukum terhadap bisnis tersebut. Pemilik dapat berupa seseorang yang mendirikan dan menjalankan suatu bisnis kecil, partner yang secara bersama-sama memiliki bisnis, atau investor yang memiliki saham (pemegang saham).

Dewan Direksi
, yaitu mereka yang dipilih oleh para pemegang saham dan bertanggung jawab untuk mengawasi manajemen perusahaan secara umum, untuk memastikan bahwa perusahaan telah dijalankan dengan cara yang paling memuaskan kepentingan pemegang saham.

Karyawan/ Pekerja
, yaitu individu-individu yang dipekerjakan oleh organisasi. Karyawan bisa membentuk serikat pekerja yang saat ini mempunyai bargaining power yang cukup besar sehingga dapat mempengaruhi organisasi. Oleh karena itu, manajer perlu membina hubungan yang baik dengan karyawan atau serikat pekerja.

Lingkungan Kerja Fisik, yaitu berupa fasilitas-fasilitas fisik yang disediakan organisasi untuk menunjang operasi organisasi tersebut.

Read More »»

Berikan kepuasan Total kepada Pelangggan

.
1 comments

Salah satu aasan pelanggan membeli produk atau menggunakan jasa Anda adalah karena produk Anda mampu menyelesaiakan masalah-masalah yang dihadapi pelanggan. Jadi dalam hal ini produk Ada adalah merupakan alat pemecahan masalah.

Namun perlu disadarai, bahwa di pasar saat ini banyak tersedia produk yang sejenis dengan produk yang Anda tawarkan, atau bahkan banyak yang produk yang sama dengan produk Anda, atau banyak produk yang memberikan manfaat yang sama dengan produk yang Anda tawarkan. Ini berakibat pada banyaknya pilihan pelanggan pada suatu produk, dan pelanggan juga mudah berpindah dari produk yang satu ke produk yang lain.

Selain itu, informasi yang tersedia bagi konsmen saat ini sangat banyak , apakah melalui media televisi, media cetak, media internet atau menggunakan media sosial seperti facebook, friendster dan sebagainya. Dengan banyaknya informasi yang tersedia, maka konsumen saat ini sudah menjadi semakin terdidik dan pintar untuk memilih produk atau jasa.

Konsumen yang sudah semakin terdidik dengan gempuran berbagai informasi tersebut tentunya bebas untuk memilih produk yang mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan. Pada umumnya, pelanggan akan mencari kepuasan dengan mempertimbangkan produk yang dibeli, perusahaan yang memproduksi atau mendistribusikan produk tersebut, dan yang terpenting adalah orang yang menjual.

Jadi penting bagi sales executives untuk mengetahui ketiga hal tersebut untuk bisa memberikan kepuasan menyeluruh kepada pelanggan. Untuk bisa memuaskan konsumen maka sales executives harus berpikir dari sudut pandang pelanggan. Lalu apa kira-kira yang dipikirkan pelanggan sebelum mereka membeli ?

Yang jelas, produk harus berkualitas. Sulit untuk menjual produk yang tidak berkualitas. Kalaupun bisa, biasanya penjualan tidak berkelanjutan atau pelanggan tidak akan membeli produk tersebut secara berulang. Produk yang berkualitas biasanya mempunyai reputasi yang baik di pasar. Reputasi yang baik ini bisa dilihat dari pengalaman-pengalaman pelanggan, atau berita-berita tentang produk Anda. Produk juga harus memberikan manfaat bagi pelanggan. Manfaat di sini bisa berarti manfaat riil, atau manfaat emosional.

Berkaitan dengan perusahaan, pelanggan akan lebih percaya kalau perusahaan yang memproduksi produk tersebut mempunyai reputasi yang baik. Produk-produk Unilever dijamin produk yang dihasilkan berkualitas. Demikian juga, PT Telkom telah diakui sebagai perusahaan telekomunikasi yang dipercaya memberikan pelayanan dan menghasilkan produk berkualitas.

Berkaitan dengan perusahaan, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah sistem penjualan atau pelayanan yang diberikan oleh perusahaan atau sales executives. Ini dilakukan dengan memberikan kemudahan bagi pelanggan misalnya kemudahan dalam melakukan pesanan/ membeli, kemudahan menghubungi Anda, kemudahan cara pembayaran, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang diperlukan pelanggan Anda.

Yang sering menjadi pertimbangan bagi pelanggan untuk membeli adalah orang yang menjual yaitu Anda sebagai sales executives. Banyak kejadian, seseorang bersedia membeli (lagi) karena sales executives nya adalah orang lebih dipercaya, mempunyai track record yang baik, mampu memberikan solusi bagi pelanggan, dan bersahabat dengan pelanggan. Bahkan pernah terjadi, pelanggan tetap membeli dan bersedia berpindah produk atau perusahaan karena sales executives pindah ke perusahaan sejenis.

Jadi yang jauh lebih penting dari semua hal tersebut adalah sikap dan perilaku Anda sebagai sales executives. Oleh karena itu, bangunlah reputasi Anda dengan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, bersahabatlah dengan pelanggan, perlakukan pelanggan sebagai seorang sahabat sehingga pelanggan akan selalu mencari Anda untuk masalah-masalah yang dihadapi pelanggan.

Jadi siapkan diri Anda untuk dapat memberikan kepuasan total kepada pelanggan dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut di atas yaitu produk yang Anda tawarkan, sistem penjualan dan pelayanan, reputasi perusahaan dan reputasi Anda sendiri.

Read More »»

Thursday, November 4, 2010

Selling is a Service

. Thursday, November 4, 2010
0 comments

Selling is a service that society has found must be done
(Erias Sumarna)



Dalam era sekarang ini, pelanggan tidak hanya mencari produk atau jasa yang bagus, tetapi juga karena pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. Pelayanan yang baik akan membuat pelanggan puas, dan pelanggan yang puas akan membeli kembali dari Anda. Dengan demikian, penjual yang mampu memberikan pelayanan yang baik, pada akhirnya akan mampu meningkatkan omzet penjualan. Jadi, penjualan mempunyai peran ganda yaitu memperoleh penjualan dan melayani pelanggan.

Misalnya Anda menjual computer kepada pelanggan, maka Anda berarti memberikan pelayanan kepada pelanggan. Termasuk di sini adalah menjelaskan tentang computer atau hal-hal yang perlu diketahui oleh pelanggan, membantu pelanggan mengantar computer ke tempat parkir, atau pelayanan jika ada permasalahan yang dihadapai oleh pelanggan.

Mungkin dengan pelayanan tambahan yang Anda berikan menyebabkan waktu, tenaga dan bahkan biaya meningkat. Namun dibalik itu, dengan pelayanan tambahan yang Anda berikan dapat memuaskan pelanggan.

Penjual yang terlalu fokus mengejar omzet (penjualan), namun kurang memperhatikan pelayanan sama saja dengan melakukan tindakan hit and run. Terus-menerus mencari pelanggan tanpa memperhatikan pelayanan berdampak buruk dalam jangka panjang. Mengapa ?
Pelanggan yang tidak puas, selain tidak membeli kembali dari Anda atau mengurangi jumlah pembelian, dia akan bercerita kepada … orang lain. Jika ini terjadi maka dapat dibayangkan, image perusahaan Anda akan turun di mata pelanggan. Sebaliknya pelanggan yang puas akan bercerita kepada … orang lain, dan membeli kembali dari Anda.

Dalam proses penjualan, penjual merupakan garda terdepan dari perusahaan yang berfungsi melayani pelanggan. Mengapa dikatakan melayani ?
Melayani berarti memenuhi kebutuhan pelanggan, memberikan produk yang tepat sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Tepat di sini berarti produk tersebut benar-benar dibutuhkan oleh pelangggan baik dari segi manfaat, harga, dan jaminan yang diberikan seperti pelayanan pasca penjualan jika ada komplain dari pelanggan. Produk yang dijual kepada pelangganbenar-benar membantu pelanggan, bukan bisnis tipu-tipu. Ini akan terjadi jika penjual benar-benar mengetahui kebutuhan pelanggan.

Melayani kebutuhan pelanggan dimulai ketika penjual berusaha mengetahui kebutuhan pelanggan sehingga dapat memberikan produk yang tepat kepada pelanggan. Anda menjelaskan dengan baik sehingga pelanggan mudah mengerti saja sudah bisa memuaskan pelanggan.

Melayani berrarti membantu pelanggan, membantu kesulitan yang dihadapi oleh pelanggan atau membantu memberikan solusi terhadap permasalahan pelanggan. Pelanggan yang menghadapi problem dengan keuangan terbatas, Anda dapat membantu cara pembayaran yang meringankan pelanggan. Anda adalah konsultan bagi pelanggan, tempat bertanya dan tempat meminta nasihat untuk yang terbaik bagi pelanggan. Jadikan itu kesempatan untuk membantu pelanggan.

Melayani berarti menepati janji. Apa yang sudah Anda janjikan, jadikan itu sebagai komitmen Anda. Jika Anda mengatakan bahwa barang akan dikirim hari itu, tepati janji dan yakinkan bahwa barang itu akan terkirim pada hari itu juga.

Pada waktu saya menawarkan rumah kepada salah seorang klien saya, terlebih dahulu saya berdiskusi tentang rumah yang diinginkan, lokasi yang diinginkan, termasuk budget yang dimiliki. Selanjutnya saya dapat dapat menunjukkan rumah yang sesuai dengan minat dan budget klien.

Saya berusaha menjelaskan dengan jujur situasi dan kondisi rumah, lingkungan sekitar rumah, fasilitas yang tersedia di dekat rumah, akses ke jalan umum dan sekolah, dan juga tentang keamanan lingkungan. Yang tidak kalah penting adalah menjelaskan dan membantu klien memberikan jalan bagaimana memperoleh kemudahan kredit. Mengetahui dengan jelas tentang hal tersebut membuat klien merasa nyaman. Saya juga menepati janji mengantarkan pelanggan kepada notaris dan ke bank untuk memudahkan pemberian fasilitas kredit.

Dan dia akan berkata,”Nah rumah seperti inilah yang saya cari, terima kasih atas penjelasannya”. Tentu semua penjelasan itu didasari atas keterangan yang jujur.
Dengan pelayanan seperti itu, maka konsumen akan merasa puas dan bersedia mereferensikan temannya untuk menemui saya jika membutuhkan rumah.
Jadi, prinsip menjual pada dasarnya adalah melayani.

Selling is a service !

Read More »»

Friday, October 29, 2010

Cross Selling

. Friday, October 29, 2010
0 comments

Sudah beberapa kali saya berbelanja ke Alfamart, dan setiap kali saya ke Alfamart saya dibuat terkesan oleh petugas kasir – tentang cara melayani para pelanggannya. Setelah selesai melakukan pembayaran, petugas kasir selalu bertanya kepada pelanggan,” Ada yang lain lagi, Pak?”

Saya selalu merasa diingatkan oleh petugas kasir untuk membeli secara lengkap kebutuhan-kebutuhan saya. Misalnya, jika membeli roti, petugas kasir sering bertanya,”Pak, selai-nya sekalian Pak”, atau “Maisis coklatnya sekalian Pak”. Jadi pelanggan didorong untuk berbelanja lebih banyak lagi di toko tersebut.

Petugas kasir juga selalu menyampaikan informasi kepada pelanggan, misalnya dengan menawarkan pulsa : ,”Pak, pulsanya sekalian, di sini juga bisa isi ulang pulsa Pak”. Atau jika ada promo produk tertentu, petugas kasir juga menyampaikan informasi tersebut. “Pak sekarang ada promo produk ini, jika Bapak membeli satu paket, dapat diskon sekian persen”.

Demikianlah petugas kasir tersebut melakukan cross selling kepada pelanggan, dengan tujuan melakukan penjualan lebih banyak. Bagi saya, petugas kasir tersebut sungguh hebat, karena dia dapat melakukan cross selling di saat melayani pelanggan.
Bagaimana dengan petugas loket di perusahaan (PT Pos Indonesia). Sudah seharusnya petugas loket melakukan cross selling di loket-loket pelayanan. Sejauh pengamatan saya, selama ini pelanggan belum pernah ditawarin atau diingatkan tentang pelayanan-pelayanan yang tersedia di loket kantor pos.

Misalnya pada waktu melakukan pembayaran listrik, mestinya petugas loket juga menawarkan layanan lain (yang sejenis) kepada pelanggan. Misalnya, dengan bertanya,”Pembayaran air (PDAM) nya sekalian, Pak”. Atau ,” Pembayaran cicilan motor juga bisa di sini Pak”. Atau bisa juga dengan menawarkan jenis layanan lain, misalnya layanan Tabungan e-Batara, pengiriman weselpos instant, dan sebagainya.

Masih banyak pelanggan pos yang sudah sering ke kantor pos, namun belum tahu tentang pelayanan-pelayanan yang tersedia di kantor pos. Saya coba melakukan survey kepada tiga orang pelanggan di kantor pos, apakah dia sudah mengetahui kalau di kantor pos juga bisa melakukan pembayaran cicilan motor. Dua dari tiga pelanggan belum mengetahui tentang layanan tersebut. Ini menunjukkan bahwa komunikasi kepada pelanggan belum berjalan maksimal.

Memang sudah ada flyer yang dipasang di vestibule kantor pos, namun nampaknya hal itu belum menarik perhatian pelanggan. Lebih lengkap kiranya jika informasi tersebut disampaikan juga olehpetugas loket, paling tidak informasi yang disampaikan bisa mengingatkan pelanggan.

Seperti yang dikatakan oleh James Gwee, cross seling adalah satu kunci sukses dalam penjualan : jangan pernah menjual hanya satu produk dan usahakan untuk melakukan cross-sell. Dalam bisnis apa pun, Anda bisa melakukan cross sell. Dengan cara itulah Anda bisa melipat-duakan atau bahkan melipat-tigakan penjualan Anda.

Tuga supervisor atau pimpinan lah yang mengingatkan dan mendorong petugas loket agar selalu melakukan cross-selling dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Atau materi-materi pelatihan seperti ini disampaikan pada waktu pelatihan atau pengarahan-pengarahan yang dilaksanakan setiap pagi sebelum jam buka loket.

Selamat melakukan cross-selling !

Read More »»